OJK dan HIPMI Sumsel Resmikan Ekspor Perdana Kelapa, Muhammad Puri Andamas Dorong UMKM Masuk Pasar Dunia

Insert88.com, Palembang – Upaya mendorong pengusaha muda di Sumatera Selatan agar mampu bersaing di pasar internasional mulai diwujudkan secara nyata. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumsel melepas ekspor perdana produk turunan kelapa di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha muda untuk masuk ke pasar ekspor melalui dukungan sektor jasa keuangan, penguatan ekosistem bisnis, hingga sinergi dengan instansi karantina dan pemerintah daerah.

Ketua BPD HIPMI Sumsel, Muhammad Puri Andamas, mengatakan ekspor komoditas berbasis kelapa memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan, mengingat tingginya permintaan pasar internasional terhadap produk turunan kelapa.

“Ini bentuk keseriusan kita. Peluang ekspor komoditas ini sangat besar. HIPMI Sumsel sedang membangun program inkubasi dan mendorong teman-teman pengusaha muda untuk berani mencoba pasar internasional,” kata Puri di sela pelepasan ekspor.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Sumsel yang mendorong para pelaku usaha agar tidak hanya berfokus pada pasar domestik, tetapi mulai memperluas jangkauan bisnis hingga ke mancanegara.

“Pasar lokal itu penting, tetapi tantangan ke depan adalah bagaimana pengusaha Sumsel bisa menembus pasar internasional, karena komoditas daerah kita sangat luar biasa,” ujarnya.

Puri menilai semangat pengusaha muda di Sumsel saat ini mulai tumbuh dan saling memberikan pengaruh positif satu sama lain. Karena itu, HIPMI menargetkan kegiatan ekspor tidak berhenti pada satu momentum, tetapi dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami ingin kegiatan seperti ini bisa dilakukan rutin setiap bulan. Harapannya semangat ekspor ini menjadi budaya baru di kalangan pengusaha muda di Sumsel,” ungkapnya.

Ia menambahkan, produk turunan kelapa memiliki nilai tambah ekonomi yang tinggi. Namun pengembangannya memerlukan dukungan serius mulai dari kesiapan fasilitas produksi, perluasan pasar, hingga pembinaan petani sebagai pemasok bahan baku utama.

“Kita sedang menjajaki pembangunan fasilitas di Sumsel dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi. Dari produksi sampai pemasaran harus dipersiapkan agar produk kita benar-benar mampu bersaing di pasar ekspor,” jelasnya.

Selain itu, Puri menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung petani kelapa melalui program peremajaan tanaman, peningkatan kualitas bibit, dan penguatan tata kelola komoditas.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan gubernur agar petani kelapa bisa dikelola lebih baik. Dukungan dari kementerian juga cukup besar, sehingga ini menjadi momentum untuk mengembangkan komoditas kelapa dan komoditas unggulan lainnya,” pungkasnya.

Pos terkait