Sujud Syukur atas OTT KPK, SIRA dan PST Potong Sapi Nazar: Koruptor Jangan Rakus Uang Rakyat

insert88.com, PALEMBANG – Lembaga Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) bersama Pemerhati Situasi Terkini (PST) meluapkan rasa syukur atas keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan praktik gratifikasi dan suap yang menyeret Bupati Muara Enim nonaktif, H. Edison, melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Sebagai bentuk nazar dan dukungan terhadap pemberantasan korupsi, kedua organisasi tersebut melakukan pemotongan seekor sapi di Kandang Sapi BII Barokah Farm, Jalan PDAM RT 28, sebelah Perumahan Griya Anandra, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Senin (15/6/2026). Daging sapi tersebut selanjutnya dibagikan kepada anggota SIRA, anggota PST, serta sejumlah panti asuhan di Kota Palembang.

 

Direktur SIRA, Rahmat Sandi Iqbal, SH, mengatakan pemotongan sapi tersebut merupakan wujud sujud syukur atas langkah tegas KPK dalam mengungkap dugaan gratifikasi dan suap terhadap oknum auditor BPK RI Perwakilan Sumatera Selatan.

“Kami dari SIRA bersama PST membayar nazar atas keberhasilan KPK dalam menetapkan Bupati Muara Enim sebagai tersangka kasus gratifikasi dan suap terhadap oknum auditor BPK RI. Dengan penuh rasa syukur kami memotong satu ekor sapi dan akan membagikannya kepada anggota serta beberapa panti asuhan di Kota Palembang,” ujar Rahmat.

Ia berharap keberhasilan KPK tersebut menjadi peringatan keras bagi para pelaku korupsi agar tidak lagi menjadikan uang negara sebagai ladang memperkaya diri.

“Semoga rasa syukur ini menjadi pesan kepada para koruptor agar berhenti merampok keuangan negara. Uang rakyat harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Umum PST, Dian HS, mengungkapkan pihaknya memiliki alasan tersendiri mengapa mengapresiasi langkah KPK. Menurutnya, sejumlah masyarakat yang menjadi korban kebakaran tahun 2019 sempat berharap memperoleh program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), namun harapan tersebut tidak terwujud.

“Kami termasuk korban kebakaran tahun 2019 yang berharap memperoleh sertifikat PTSL. Seharusnya masyarakat yang menjadi korban mendapat prioritas, namun akibat kerakusan oknum-oknum pejabat saat itu, termasuk H. Edison, kami tidak mendapatkan hak yang seharusnya diterima,” kata Dian.

Karena itu, lanjut dia, keberhasilan KPK melakukan OTT dan menetapkan Bupati Muara Enim sebagai tersangka dianggap sebagai bentuk kemenangan bagi masyarakat yang selama ini merasa dirugikan.

“Hari ini kami melakukan pemotongan sapi sebagai bentuk sujud syukur. Ini adalah apresiasi kami kepada KPK Republik Indonesia yang berhasil melakukan operasi tangkap tangan dan mengungkap dugaan gratifikasi serta suap terhadap oknum auditor BPK RI Perwakilan Sumatera Selatan,” ujarnya.

Dian menegaskan, daging sapi hasil pemotongan tersebut akan dibagikan kepada anggota PST, anggota SIRA, serta sejumlah panti asuhan di Kota Palembang sebagai bentuk kepedulian sosial.

Ia juga mengingatkan agar para pejabat di daerah lain menjadikan kasus yang menjerat Bupati Muara Enim sebagai pelajaran penting.

“Kami mengapresiasi KPK. Semoga kasus ini menjadi contoh bagi daerah lain agar tidak bermain-main dengan keuangan negara. Jangan terlalu rakus terhadap uang rakyat, karena uang rakyat diperuntukkan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk memperkaya segelintir orang,” tandasnya.

Pos terkait