Puluhan Miliar Diduga Raib, Gempur Sumsel Tekan Kejati Usut Kasus PT Semen Baturaja

insert88.com, Palembang, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GERAKAN MASYARAKAT PEDULI PERJUANGAN RAKYAT (GEMPUR) Sumatera Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan, Senin (11/8/2025). Aksi yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan Hendrik Zikwan ini menuntut Kejati segera mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.

Dalam orasinya, massa Gempur Sumsel menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara. Berdasarkan informasi dan temuan yang mereka himpun, terdapat dua indikasi kuat yang menjadi sorotan:

1. Dugaan korupsi pada pembelian gearbox Pabrik Baturaja II yang menelan biaya sebesar Rp57.896.542.766.

2. Kerjasama PT Semen Baturaja dengan TCIDRI Co., Ltd pada 2019 yang diduga merugikan keuangan negara.

Melalui aksi ini, Gempur Sumsel mengajukan tiga tuntutan utama:

1. Mendesak Kejati Sumsel segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan korupsi tersebut demi menjamin kepastian hukum dan transparansi pengelolaan BUMN.

2. Meminta Kejati memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait, baik dari manajemen PT Semen Baturaja maupun TCIDRI Co., Ltd.

3. Meminta proses hukum dilakukan secara terbuka, tegas, dan tanpa pandang bulu, sesuai prinsip zero tolerance terhadap korupsi.

“Kami percaya Kejaksaan Tinggi Sumsel memiliki komitmen penuh untuk menegakkan hukum dan memberantas praktik korupsi demi menjaga marwah institusi negara dan kepercayaan publik,” tegas Hendrik Zikwan saat membacakan pernyataan sikap.

Dalam wawancara, Hendrik menegaskan bahwa pihaknya siap melanjutkan aksi ke Jakarta, tepatnya di Kejaksaan Agung dan Kementerian BUMN, apabila kasus ini tidak ditindaklanjuti secara serius.

“Semen Baturaja ini adalah objek vital negara. Kasus ini terkait pembelian gearbox yang merugikan negara puluhan miliar. Kami selaku kontrol sosial melaporkan, selanjutnya biar penegak hukum yang memproses. Kalau jalan di tempat, kami akan aksi terus sampai tuntas,” tegasnya.

Hendrik juga memastikan bahwa sebelum aksi ini, pihaknya tidak melakukan mediasi dengan manajemen PT Semen Baturaja. “Tidak ada mediasi. Kami fokus melaporkan dan mengawal kasus ini,” tambahnya.

Aksi ini berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Gempur Sumsel menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian hukum dan kerugian negara dapat diselamatkan.

Pos terkait