Kunker ke Sumsel, Wapres Gibran Soroti Tol Trans Sumatera, Jembatan Musi 5, hingga Pelabuhan Tanjung Carat

Insert88.com, Palembang – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Selatan pada Kamis (25/09/2025). Dalam kesempatan ini, ia didampingi langsung oleh Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, meninjau sejumlah proyek strategis nasional, termasuk Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Betung serta pembangunan Jembatan Musi 5.

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur berjalan sesuai target. Kehadiran Wapres menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat penyelesaian proyek yang dinantikan masyarakat Sumsel dan Jambi.

Turut hadir mendampingi Wapres, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Plt Sekretaris Wapres Al Muktabar, serta Staf Khusus Wapres Tina Talisa. Kehadiran pejabat tinggi negara ini memperlihatkan sinergi kuat antara pusat dan daerah.

Gubernur Herman Deru, yang mendampingi langsung, turut hadir bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, dan Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur merupakan agenda bersama yang melibatkan seluruh elemen.

Ruas tol Palembang-Betung merupakan bagian integral dari Jalan Tol Trans Sumatera yang menghubungkan Palembang dengan Betung, sekaligus membuka jalur konektivitas menuju Jambi. Tol ini digadang mampu memangkas waktu tempuh sekaligus mendukung arus logistik antarprovinsi.

Menurut laporan yang diterima Wapres, beberapa ruas tol seperti Musi Landas–Pulau Rimau sudah sempat dibuka secara fungsional untuk arus mudik Lebaran 2025. Meski demikian, pemerintah menargetkan keseluruhan ruas dapat digunakan penuh pada Lebaran 2026 mendatang.

Wapres Gibran dalam tinjauannya menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan tol. Ia menekankan pentingnya infrastruktur ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional, mengurangi beban lalu lintas, dan meningkatkan mobilitas masyarakat.

Setelah meninjau ruas tol Palembang-Betung, rombongan melanjutkan agenda ke Palembang Junction untuk memantau perkembangan titik penghubung utama dalam jaringan tol. Kehadiran junction ini diharapkan menjadi simpul konektivitas yang memperlancar arus kendaraan di wilayah Sumsel.

Agenda berlanjut dengan peninjauan pembangunan Jembatan Musi 5 di kawasan Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang. Jembatan ini akan menjadi penghubung vital tol Palembang-Betung yang melintas di atas Sungai Musi.

Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Musi 5 memiliki arti strategis bagi Sumsel. Selain meningkatkan akses transportasi, jembatan ini akan mengurangi ketergantungan pada jembatan eksisting yang kerap padat.

Dalam kunker Wapres ini juga Gubernur Herman Deru mengungkapkan tiga persoalan besar yang perlu segera diatasi di Sumsel. Pertama, penyelesaian proyek Tol Palembang-Betung yang masih terkendala pembebasan lahan sepanjang 5 kilometer.

“Jika ruas tol ini tidak segera diselesaikan, kemacetan bisa menyebabkan antrian hingga 24 jam di jalur penghubung sepanjang 60 km. Ini sangat mengganggu distribusi pangan dan logistik,” jelas Herman Deru.

Kedua, Gubernur menekankan perbaikan Jalan Lintas Timur sepanjang 14 km yang rusak parah akibat kelebihan muatan kendaraan. Menurutnya, kondisi ini memperlambat distribusi barang, bahkan berulang kali memicu kecelakaan.

Ketiga, percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang sudah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional. Herman Deru menilai keberadaan pelabuhan laut ini sangat mendesak, mengingat selama ini Sumsel hanya memiliki pelabuhan sungai di kawasan perkotaan.

“Pelabuhan samudera ini akan menjadi pintu ekspor komoditas pangan Sumsel, sekaligus mengurangi beban logistik yang selama ini terpusat di Palembang,” paparnya.

Selain menyampaikan tiga PR tersebut, Herman Deru juga menyinggung capaian Sumsel dalam produksi gabah. Ia melaporkan bahwa Sumsel kini mampu menghasilkan 3,3 juta ton gabah kering giling, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 2,7 juta ton.

“Kebijakan pemerintah menaikkan HPP menjadi Rp6.500 per kilogram benar-benar berdampak positif bagi petani kita,” ujarnya.

Untuk diketahui Adapun agenda Kunker Wapres Gibran ke Sumsel pada Kamis, 25 September 2025, diawali dengan Menuju lokasi Panen Raya Desa Mulya Sari, Kec. Tanjung Lago, Kab. Banyuasin. Dilanjutkan Menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kec. Tanjung Lago, Kab. Banyuasin. Setelah itu Wapres dan rombongan Menuju Sekolah Sentra Budi Perkasa Palembang. Usai makan siang, Wapres meninjau Pasar 16 Ilir. Mengakhiri agenda Kunkernya di Sumsel Wapres berkesempatan
Meninjau Proyek Tol Palembang Betung (Jembatan Musi V) Palembang.

Pos terkait