PALEMBANG – insert88.com, Perumda Tirta Musi Palembang memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek pemasangan jaringan pipa distribusi air bersih di kawasan Sako Baru, Kecamatan Sako.
Menyikapi berbagai masukan yang berkembang di masyarakat, perusahaan menegaskan bahwa pengawasan lapangan terus dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus memastikan seluruh pekerjaan tetap mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Penjelasan tersebut disampaikan Ketua Tim Pengawas Anggaran Internal Perumda Tirta Musi Palembang, Agus Juliansyah, saat meninjau lokasi proyek, Jumat (24/7/2026).
Menurut Agus, proyek peningkatan jaringan distribusi air bersih yang telah dianggarkan melalui Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2026 itu ditargetkan selesai dalam waktu sekitar enam bulan sejak dimulai pada Maret 2026, dengan nilai pekerjaan sekitar Rp33 miliar.
Agus juga menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek ini telah mendapat pendampingan dari Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang sebagai bagian dari upaya memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan hukum, tata kelola yang baik, serta prinsip akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek.
Ia menjelaskan bahwa penyediaan papan informasi proyek, rambu-rambu pengamanan, serta penerapan aspek K3 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kewajiban kontraktor selama pekerjaan berlangsung.
“Kami terus mengingatkan pelaksana agar seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai kontrak, SOP, dan ketentuan K3. Apabila di lapangan masih ditemukan kekurangan pada beberapa titik, hal itu menjadi bagian dari evaluasi yang langsung kami tindak lanjuti,” ujar Agus.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara rutin melalui tim lapangan, konsultan supervisi, hingga koordinasi langsung dengan pelaksana proyek. Teguran maupun instruksi perbaikan juga telah disampaikan sebagai bentuk pengendalian agar kualitas pelaksanaan pekerjaan tetap terjaga.
Agus mengakui bahwa proyek infrastruktur yang dikerjakan di ruang publik memiliki tantangan tersendiri, terutama karena sebagian pekerjaan dilakukan pada malam hingga dini hari. Kondisi tersebut, kata dia, terkadang menyebabkan perlengkapan pengamanan di beberapa titik belum kembali terpasang secara optimal sebelum aktivitas masyarakat dimulai.
“Karena itu pengawasan kami perketat. Setiap hari pelaksana kami ingatkan agar rambu-rambu pengaman selalu tersedia dan pekerjaan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Orlando Elnath Simanungkalit selaku Pelaksana Proyek dari PT Perdana Abadi Perkasa menjelaskan bahwa papan informasi proyek telah dipasang sejak awal pelaksanaan pekerjaan. Seiring berpindahnya titik pekerjaan, papan proyek juga dipindahkan mengikuti lokasi aktivitas di lapangan.
Ia menegaskan seluruh tenaga kerja diwajibkan menggunakan alat pelindung diri sesuai standar K3, termasuk helm, sepatu keselamatan, dan perlengkapan kerja lainnya.
Terkait laporan warga mengenai perubahan kondisi air sumur, Orlando mengatakan pihak kontraktor PT Perdana Abadi Perkasa telah menyiapkan langkah penanganan sementara dengan menyediakan kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak selama pekerjaan berlangsung.
“Selama proses pekerjaan, kebutuhan air bersih warga yang terdampak menjadi tanggung jawab kami. Setelah proyek selesai, kondisi tersebut akan kembali dievaluasi bersama warga untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujar Orlando.
Orlando menambahkan, sebelum pekerjaan dimulai pihak kontraktor PT Perdana Abadi Perkasa juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Sako dan Kelurahan Sako Baru sebagai bagian dari proses pelaksanaan proyek.
Perumda Tirta Musi berharap proyek yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026 tersebut dapat meningkatkan keandalan layanan distribusi air bersih bagi masyarakat, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, kepatuhan terhadap prosedur, serta respons terhadap setiap masukan dari masyarakat.







