HUT ke-5 Jagad Kramat, Perguruan Bela Diri Tenaga Dalam Teguhkan Nilai Spiritual dan Budaya

Insert88.com, Palembang — Perguruan Seni Bela Diri Tenaga Dalam Jagad Kramat merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-5 dengan menggelar syukuran akbar dan latihan bersama lintas perguruan, Minggu (11/1/2026). Kegiatan berlangsung di Jalan Lettu Karim Kadir RT 009 RW 002, Kecamatan Gandus, Kota Palembang.

Perayaan berlangsung khidmat dan meriah, diisi doa bersama, pemotongan tumpeng, serta atraksi seni bela diri tenaga dalam. Momentum ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus komitmen Jagad Kramat dalam menjaga warisan budaya dan pembinaan akhlak.

Acara ini dihadiri Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Provinsi Sumsel, Deva Octavianus Coriza, SE., M.Si., serta tokoh masyarakat dan perwakilan perguruan bela diri se-Kota Palembang.

Turut hadir Ketua Pengurus Perguruan Jagad Kramat Kecamatan Gandus M. Nur, Penasehat Perguruan Parlan Apriansyah, S.Hut., M.Si., Heni Parlan, ketua RT setempat, serta perwakilan Ormas Gerakan Bersatu Rakyat (GBR) Sriwijaya, Martin Chaniago.

Dalam sambutannya, Deva Octavianus Coriza mengapresiasi konsistensi Jagad Kramat selama lima tahun terakhir. Ia menilai seni bela diri tenaga dalam memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter.

“Seni bela diri tenaga dalam bukan sekadar kekuatan fisik, tetapi juga pengendalian diri, keikhlasan, kedisiplinan, serta keseimbangan jasmani dan rohani,” ujar Deva.

Ia menegaskan, Pemprov Sumsel berkomitmen mendukung kegiatan positif yang memperkuat identitas budaya serta membina generasi muda agar terhindar dari perilaku negatif.
Sementara itu, Penasehat Perguruan Jagad Kramat, Parlan Apriansyah, mewakili Ketua Pengurus M. Nur, menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak.

“Kami berharap Jagad Kramat terus berkembang dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui bela diri, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan perwakilan GBR Sriwijaya, Martin Chaniago. Ia menilai keberadaan perguruan bela diri tenaga dalam memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan ketahanan sosial di tengah masyarakat.

“Perguruan seperti Jagad Kramat bukan hanya membina fisik, tetapi juga menanamkan nilai persaudaraan, disiplin, dan cinta budaya. Ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat,” kata Martin.

Menurut Martin, sinergi antara perguruan bela diri, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah perlu terus diperkuat agar pembinaan generasi muda berjalan berkelanjutan.

“Kami di GBR Sriwijaya siap bersinergi dan mendorong kolaborasi hingga tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan latihan bersama dan atraksi seni bela diri lintas perguruan se-Kota Palembang sebagai simbol persaudaraan dan persatuan dalam keberagaman.
Peringatan HUT ke-5 ini menjadi tonggak penting bagi Perguruan Jagad Kramat dalam memperkuat perannya sebagai wadah pembinaan karakter, spiritualitas, dan pelestarian budaya lokal.

Pos terkait