Festival Generasi Islam Kreatif 2026 Digelar di Ponpes Nurul Qomar, Ratu Dewa Beri Apresiasi dan Bantuan Pribadi

Insert88.com, Palembang – Festival Generasi Islam Kreatif (FGIK) 2026 resmi digelar di Yayasan Pondok Pesantren Modern Terpadu Nurul Qomar, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 706, Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 26 hingga 28 Januari 2026 ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pengembangan kreativitas generasi muda Islam dari berbagai jenjang pendidikan.

Festival yang telah memasuki tahun keenam penyelenggaraan ini dibuka secara resmi pada Senin (26/1/2026) dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si. Turut hadir sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang M. Irman, S.S.T.P., M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Ir. H. Muhammad Affan Prapanca, Danramil Lemabang Kapten ARM Marwan, serta Kepala Satpol PP Kota Palembang Dr. Herison, S.IP., S.H., M.H.

Mudir sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qomar Palembang, KH. Orbit Rupawan, S.Th.I, menjelaskan bahwa FGIK 2026 digelar sebagai wadah silaturahmi dan ruang ekspresi bagi peserta didik dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA.

“Festival Generasi Islam Kreatif ini sudah kita laksanakan untuk yang keenam kalinya. Tujuan utamanya adalah silaturahmi dan memberikan ruang kreativitas bagi generasi Islam dari berbagai jenjang pendidikan,” ujar KH. Orbit Rupawan saat diwawancarai di sela kegiatan.

Ia mengungkapkan, pada awalnya panitia sempat mewacanakan lomba berskala umum seperti hadrah. Namun, karena keterbatasan waktu pengumuman, kegiatan difokuskan pada empat jenjang pendidikan dengan total delapan cabang lomba.

Adapun delapan kategori lomba tersebut meliputi mewarnai untuk tingkat TK, cerdas cermat TK dan SD, fashion show, tari kreasi Melayu, adzan, tahfidz Al-Qur’an, serta pidato dan orasi. Sebanyak 428 peserta dari 84 sekolah turut ambil bagian dalam festival ini.

“Pelaksanaan kegiatan direncanakan selama tiga hari. Hari pertama pembukaan, hari kedua lomba penuh, dan hari ketiga penutupan sekaligus pembagian hadiah,” jelasnya.

KH. Orbit juga menyebutkan, total uang pembinaan yang disiapkan panitia mencapai Rp16 juta. Hadiah tertinggi diberikan pada kategori tari kreasi Melayu dengan juara pertama memperoleh Rp1 juta. Sementara lomba cerdas cermat beregu mendapatkan hadiah hingga Rp600 ribu, dan kategori perorangan berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp400 ribu untuk juara pertama.

Menariknya, seluruh peserta lomba berasal dari luar Pondok Pesantren Nurul Qomar. Hal ini, menurut KH. Orbit, dilakukan demi menjaga integritas dan objektivitas penyelenggaraan lomba.

“Anak-anak kami tidak ikut lomba, kami hanya menjadi penyelenggara. Peserta seluruhnya dari luar, baik SD, MI, SMP maupun SMA. Ini untuk menjaga integritas agar tidak ada kesan tuan rumah diuntungkan,” tegasnya.

Ia berharap FGIK dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi sarana membuka wawasan bahwa pesantren bersifat terbuka dan inklusif, tidak hanya untuk kalangan pesantren, tetapi juga bagi sekolah-sekolah formal.

Kehadiran Wali Kota Palembang Ratu Dewa mendapat apresiasi khusus dari pihak pesantren. KH. Orbit menyebut kunjungan tersebut menjadi motivasi besar bagi para santri yang terlibat sebagai panitia.

“Kami sangat berbangga dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Wali Kota. Ini menjadi motivasi bagi anak-anak kami karena kerja mereka diapresiasi langsung oleh pemerintah,” ujarnya.

Tak hanya memberikan dukungan moral, Ratu Dewa juga secara spontan memberikan bantuan secara pribadi tanpa melalui proposal resmi.

“Kami tidak mengajukan proposal, tetapi beliau langsung menyampaikan akan membantu secara pribadi. Ini tentu sangat kami hargai dan menjadi kebanggaan tersendiri,” pungkas KH. Orbit.

Pos terkait