Debat Pamungkas Pilkada Palembang: Tiga Pasangan Calon Adu Gagasan untuk Masa Depan Kota

Palembang – Insert88.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang sukses menggelar debat publik terakhir bagi tiga pasangan calon WaliKota dan Wakil WaliKota Palembang di Ballroom Hotel Novotel, Rabu malam (20/11/24).

Ajang ini menjadi momen krusial bagi para calon untuk memaparkan visi, misi, dan program kerja mereka kepada masyarakat sebelum pemilihan berlangsung.

Ketua KPU Kota Palembang, Syawaludin, menyampaikan harapan agar debat ini memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat dan menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang damai. “Kami berharap acara ini berjalan lancar, damai, dan memberikan edukasi politik bagi masyarakat. Debat ini juga penting untuk mempertegas visi-misi masing-masing pasangan calon,” ujar Syawaludin dalam sambutannya.

Pasangan calon nomor urut 1, Fitrianti Agustinda-Nandriani Octarina, menitikberatkan visi mereka pada percepatan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Dalam pemaparannya, Fitri-Nandri mengusung program unggulan seperti penciptaan 40.000 pengusaha baru, 60.000 lapangan kerja, dan penggratisan biaya pendidikan dasar hingga menengah. Mereka juga berkomitmen memberikan layanan kesehatan gratis berbasis kartu identitas (KTP) serta pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku UMKM.

“Kami ingin menjadikan Kota Palembang sebagai kota mandiri ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal. UMKM menjadi sektor utama yang kami kembangkan,” ujar Fitri. Selain itu, mereka mengusulkan revitalisasi Sungai Musi sepanjang 5 kilometer sebagai destinasi wisata ikonik, pembangunan pusat logistik digital, dan modernisasi pasar tradisional.

Fitri-Nandri juga berjanji meratakan pembangunan di seluruh kecamatan, menjadikan setiap kelurahan sebagai pusat ekonomi baru. “Pembangunan yang berkeadilan adalah fokus kami. Seluruh masyarakat harus merasakan manfaat dari kepemimpinan kami,” tambah Nandri.

 

Pasangan nomor urut 2, Ratu Dewa-Prima Salam (RDPS), tampil dengan semangat membawa keadilan dan kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat. Dalam sesi debat, Ratu Dewa menyatakan bahwa reformasi sektor pendidikan, kesehatan, dan tata kelola pemerintahan akan menjadi prioritas utama mereka.

“Kami ingin Palembang tidak hanya maju, tetapi juga adil. Kami akan memastikan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan menjangkau semua kalangan,” tegas Ratu Dewa. Program unggulan RDPS mencakup perbaikan fasilitas pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta optimalisasi sistem pemerintahan berbasis digital untuk transparansi dan efisiensi.

Prima Salam menambahkan, mereka juga akan fokus pada pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. “Palembang harus menjadi kota modern yang tetap menghormati lingkungan dan budaya lokal,” ujarnya.

 

Pasangan nomor urut 3, Yudha Pratomo-Baharuddin, mengangkat isu lingkungan sebagai tema utama kampanye mereka. Dalam debat, Yudha menyoroti pentingnya pengelolaan tata ruang yang lebih baik untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda Kota Palembang.

“Kami berkomitmen untuk mengurangi banjir melalui perbaikan drainase dan penghijauan kota. Tata ruang yang buruk menjadi akar masalah ini, dan kami akan menatanya ulang,” ujar Yudha. Mereka juga menawarkan solusi berbasis teknologi, seperti penggunaan sistem pemantauan air berbasis digital untuk mencegah banjir.

Selain itu, pasangan ini berencana meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, pembangunan kawasan industri ramah lingkungan, dan pengelolaan sampah terpadu untuk menciptakan kota yang lebih berkelanjutan.

Baharuddin menambahkan bahwa program mereka juga menyasar peningkatan daya saing ekonomi Palembang melalui pengembangan pusat pelatihan tenaga kerja berbasis teknologi. “Kami ingin Palembang menjadi kota yang berdaya saing tinggi, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ungkapnya.

 

Debat berlangsung dalam suasana antusias dan tertib. Masing-masing pasangan calon menyampaikan visi dan misi mereka secara sistematis, diikuti dengan sesi tanya jawab yang memperlihatkan dinamika ide antarcalon.

Ketua KPU Syawaludin menutup acara dengan mengingatkan semua pihak, terutama pendukung pasangan calon, untuk tetap menjaga ketertiban hingga hari pemilihan. “Kami menghimbau semua pihak untuk tetap damai dan menghormati proses demokrasi ini. Pilihan masyarakat adalah kunci masa depan Kota Palembang,” ungkapnya.

 

 

Pos terkait