Penjabat Gubernur Sumsel Resmikan Badan Layanan Umum Daerah UPTD Laboratorium Konstruksi

Palembang – Insert88.com – Penjabat Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi, S.H., MSE., secara resmi meluncurkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPTD Laboratorium Badan Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBMTR) Provinsi Sumsel pada Kamis (21/11/2024). Acara ini berlangsung di Jalan Kolonel Sulaiman Amin Km 7, Talang Buruk, Palembang, dengan simbolis penekanan tombol sirine bersama sejumlah pejabat penting.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas PUBMTR Provinsi Sumsel, Ir. Muhammad Affandi, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN.Eng; Sekretaris Dinas PUBMTR, Ir. Ridwan, M.M.; Kepala UPTD Laboratorium Konstruksi, Ir. Enny Eliaroza, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng; serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Dinas ESDM, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Elen Setiadi mengungkapkan kebanggaannya atas pembentukan BLUD tersebut. Menurutnya, BLUD memiliki keunggulan signifikan dibandingkan unit kerja biasa, terutama dalam hal fleksibilitas pengelolaan layanan dan anggaran.

“BLUD diberikan keleluasaan dalam pengelolaan layanan dan anggaran. Berbeda dengan dinas biasa yang masih terikat aturan birokrasi yang kaku, BLUD dapat memberikan pelayanan lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Elen.

Ia menambahkan, kehadiran BLUD ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jasa, terutama dalam pelayanan infrastruktur. “BLUD ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dan mitra kerja dalam pengujian konstruksi, sehingga kualitas pembangunan di Sumsel semakin baik,” ungkapnya.

Kepala Dinas PUBMTR, Ir. Muhammad Affandi, menjelaskan bahwa UPTD Laboratorium Konstruksi ini dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2018. Laboratorium ini memiliki tugas utama melakukan pengujian material konstruksi, khususnya untuk proyek jalan dan jembatan di wilayah Sumsel.

“Pembentukan BLUD ini melalui proses panjang, termasuk evaluasi tata kelola, standar pelayanan minimum, rencana strategis, dan laporan keuangan. Dengan status BLUD, laboratorium ini dapat menyediakan layanan pengujian dan analisis material konstruksi yang lebih terstandar,” jelas Affandi.

Laboratorium ini menawarkan layanan seperti pengujian aspal, campuran beton, serta analisis material lainnya untuk memastikan kualitas dan ketahanan infrastruktur yang dibangun.

Kepala UPTD Laboratorium, Ir. Enny Eliaroza, menambahkan bahwa transformasi menjadi BLUD merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah digitalisasi layanan, termasuk pengelolaan pembayaran dan informasi melalui website resmi.

“Dengan digitalisasi, semua informasi dapat diakses secara transparan oleh pengguna jasa. Proses pembayaran pun menjadi lebih fleksibel, hanya melalui ponsel atau perangkat digital lainnya,” kata Enny.

Transformasi ini juga diiringi dengan penghapusan retribusi yang sebelumnya menjadi beban operasional laboratorium. Enny menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pembentukan BLUD ini.

“Kami berharap ke depan ada dukungan lebih besar dari berbagai pihak untuk meningkatkan fleksibilitas layanan dan kualitas infrastruktur di Sumsel,” tambahnya.

Langkah pembentukan BLUD UPTD Laboratorium Konstruksi ini diharapkan menjadi salah satu pendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan, sekaligus meningkatkan akuntabilitas layanan publik di sektor konstruksi.

 

Pos terkait