Pemkot Palembang Siapkan Relokasi, Pedagang Pasar Sako Tak Lagi Boleh Berjualan di Trotoar

PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang mulai menyiapkan penataan kawasan Pasar Sako. Trotoar, area parkir, dan fasilitas umum yang selama ini digunakan pedagang untuk berjualan menjadi perhatian pemerintah. Namun, penertiban tidak akan langsung dilakukan sebelum tersedia lokasi pengganti yang layak.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibum dan Tranmas) Satpol PP Kota Palembang, Budhiman, mengatakan penataan Pasar Sako merupakan bagian dari program Pemkot Palembang. Menurutnya, pemerintah terlebih dahulu harus menyiapkan tempat bagi pedagang sebelum melakukan penertiban.

“Program dari Pak Wali Kota memang untuk melakukan penertiban pasar. Tetapi kami harus mencarikan dulu lokasi bagi pedagang untuk berjualan, kemudian tempat tersebut dibenahi supaya layak,” ujar Budhiman saat ditemui di Kantor Satpol PP Palembang, Selasa (11/8/2026).

Sejumlah lokasi alternatif telah ditinjau Pemkot Palembang bersama Asisten II, pihak kecamatan, Satpol PP, Dinas Perdagangan dan OPD terkait. Namun, hasil peninjauan menunjukkan lokasi yang tersedia masih membutuhkan pembenahan agar memenuhi kelayakan sebagai tempat berjualan.

Budhiman menjelaskan, apabila perbaikan lokasi relokasi menggunakan APBD, prosesnya harus mengikuti mekanisme penganggaran, mulai dari penyusunan RAB hingga pembahasan dan persetujuan anggaran. “Mungkin diusulkan tahun ini, tetapi masalah disetujui atau tidak, kita lihat kondisi keuangan daerah,” jelasnya.

Sambil menunggu kesiapan lokasi, Satpol PP mengingatkan pedagang agar tidak menggunakan trotoar maupun area parkir sebagai tempat berjualan karena merupakan fasilitas umum. Pemerintah juga berharap pedagang bersedia mengikuti kebijakan relokasi setelah tempat baru yang layak disiapkan.

“Kalau pemerintah sudah menyiapkan lokasi baru yang layak dan sesuai, saya mengimbau agar pedagang berjualan pada tempatnya. Jangan lagi berjualan di trotoar kemudian di tempat parkir karena itu fasilitas umum,” tegas Budhiman.

Pos terkait