Soal Dugaan Siswa Belum Dapat Buku dan Beli LKS, Kepsek SMA Negeri 14 Palembang Beri Klarifikasi

PALEMBANG – Kepala SMA Negeri 14 Palembang, Harry Susanty, S.Pd., M.Si., memastikan seluruh siswa telah menerima buku pelajaran yang disediakan sekolah. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi di ruang sekolah SMA Negeri 14 Palembang, Selasa (11/8/2026), menyusul adanya dugaan sejumlah siswa belum menerima buku dan diarahkan membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) secara mandiri.

Harry menjelaskan, keterlambatan pembagian buku sempat terjadi pada awal Juli akibat adanya penambahan kuota siswa dalam rombongan belajar (rombel). Jumlah siswa yang sebelumnya direncanakan 36 orang bertambah menjadi 40 orang, sehingga terdapat sekitar 40 buku yang harus dipesan kembali.

“Tidak ada yang tidak mendapatkan buku. Semua siswa mendapat buku. Memang awal Juli ada beberapa siswa yang bukunya masih dalam proses pemesanan karena ada penambahan kuota, tetapi sekarang semuanya sudah dibagikan,” tegas Harry.

Terkait informasi siswa diarahkan membeli LKS sendiri, Harry membantahnya. Ia menegaskan tidak ada kebijakan sekolah yang mewajibkan siswa membeli LKS. Menurutnya, guru hanya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari sumber atau referensi tambahan guna menunjang pembelajaran.

“Tidak ada yang jual LKS di SMA 14. Kalau guru menyampaikan silakan mencari referensi lain, itu untuk menambah pengetahuan. Sekolah tetap sudah menyiapkan buku untuk siswa,” jelasnya.

Harry menambahkan, sekolah bahkan tidak membatasi siswa untuk menggunakan sumber belajar lain, termasuk buku tambahan maupun referensi dari internet. Ia menilai hal tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong siswa memperluas pengetahuan di luar materi utama yang diberikan sekolah.

Di sisi lain, Harry berharap setiap informasi mengenai sekolah disampaikan secara berimbang dan terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak terkait. Ia menilai pemberitaan yang akurat dan konstruktif dapat menjadi motivasi bagi guru serta seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami berharap media memberitakan hal yang positif dan membangun. Kalau guru dan seluruh warga sekolah secara psikologis positif, tentu akan berpengaruh kepada anak-anak dan proses pendidikan,” pungkasnya.

Dengan klarifikasi tersebut, pihak SMA Negeri 14 Palembang menegaskan persoalan keterlambatan buku telah diselesaikan dan membantah adanya kewajiban bagi siswa untuk membeli LKS secara mandiri.

Pos terkait