insert88.com, PALEMBANG – Universitas Sriwijaya (UNSRI) mulai mengakselerasi transformasi pendidikan tinggi setelah resmi menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Status baru tersebut dinilai membuka ruang lebih luas bagi kampus untuk bergerak fleksibel dalam pengembangan akademik, riset, hingga kerja sama strategis yang selaras dengan kebutuhan industri dan program nasional.
Rektor Unsri, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., mengatakan perubahan status menjadi PTNBH bukan sekadar perubahan administratif, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan.
Menurutnya, dunia pendidikan tinggi saat ini dituntut mampu bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi, kebutuhan pasar kerja, dan arah kebijakan pemerintah.
“Perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Karena itu, kurikulum tidak bisa berjalan statis. Evaluasi memang dilakukan berkala, namun penyesuaian substansi dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan industri dan perkembangan zaman,” ujar Taufiq saat di wawancarai, Senin (25/05/2026).
Ia menegaskan, Unsri kini tengah memfokuskan penguatan pada sektor ketahanan pangan dan ketahanan energi yang menjadi agenda strategis nasional. Namun penguatan tersebut tidak selalu diwujudkan dengan membuka program studi baru.
Pihak kampus menilai optimalisasi fakultas dan program studi yang telah tersedia menjadi langkah yang lebih efektif dalam menjawab kebutuhan pembangunan.
Dalam skema tersebut, Fakultas Pertanian dipersiapkan sebagai pusat pengembangan inovasi pangan dan pertanian modern, sementara Fakultas Teknik diarahkan untuk memperkuat riset serta pengembangan teknologi energi.
Meski demikian, Unsri tetap membuka kemungkinan menghadirkan program studi baru apabila perkembangan industri dan kebutuhan nasional di masa mendatang membutuhkan kompetensi yang lebih spesifik.
“Dengan status PTNBH, Unsri memiliki keleluasaan akademik yang lebih besar. Jadi peluang pembukaan program studi baru tetap terbuka apabila memang diperlukan,” katanya.
Tak hanya fokus pada pengembangan akademik, Unsri juga menyatakan kesiapan mendukung program prioritas pemerintah pusat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kontribusi kampus akan melibatkan berbagai disiplin ilmu seperti gizi, kesehatan masyarakat, lingkungan, hingga teknologi pangan guna mendukung implementasi program tersebut secara ilmiah dan berkelanjutan.
Sementara itu, pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026, Unsri menerima sebanyak 3.899 calon mahasiswa atau sekitar 14 persen dari total pendaftar.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 30 persen tercatat mengajukan bantuan pendidikan melalui program KIP Kuliah.
Pihak universitas memastikan proses seleksi penerima bantuan dilakukan secara ketat dan transparan agar bantuan pendidikan benar-benar diterima mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Verifikasi dilakukan secara detail, termasuk kemungkinan peninjauan lapangan. Kami ingin memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran dan hak masyarakat kurang mampu tetap terlindungi,” tutupnya.







