Insert88.com, PALEMBANG — Direktur Utama PT Bima Citra Realty (BCR), Ahmad Marzuki, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran yang terjadi di Gedung Pasar 16 Ilir Palembang pada Kamis malam (7/5/2026).
Dalam keterangannya, Ahmad Marzuki memastikan kondisi di lokasi tetap kondusif pascakebakaran dan tidak terjadi aksi penjarahan maupun kerusuhan.
“Kami dari pihak pengelola PT BCR turut prihatin atas kejadian tadi malam. Ini tentu sangat menyedihkan. Alhamdulillah kebakaran hanya terjadi pada beberapa kios dan tidak ada kerusuhan ataupun penjarahan,” ujar Ahmad Marzuki saat diwawancarai, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, sejak kejadian berlangsung pihak pengelola langsung melakukan pengamanan internal maupun eksternal bersama aparat keamanan serta sejumlah organisasi pedagang di Pasar 16 Ilir.
“Kami langsung berkumpul bersama tokoh-tokoh pedagang, organisasi pedagang, PT GRS, AFSI, Perumda Pasar hingga pihak terkait lainnya untuk menjaga kondisi tetap kondusif di gedung ini,” katanya.
Berdasarkan data sementara, sekitar empat kios di dalam gedung menjadi korban kebakaran. Selain itu, lima hingga enam pedagang kaki lima yang berjualan di area pinggir gedung dilaporkan mengalami kerugian karena lapaknya hangus terbakar.
Namun demikian, pihak BCR masih terus melakukan pendataan lantaran sejumlah kios dalam kondisi tertutup dan belum seluruhnya diperiksa.
“Ada kios yang awalnya terlihat aman, tetapi setelah dibuka ternyata separuh bagian dalamnya ikut terbakar. Jadi saat ini masih dilakukan pengecekan,” ungkapnya.
Terkait penyebab kebakaran, Ahmad Marzuki mengatakan hingga kini pihak kepolisian dari Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah insiden tersebut murni akibat korsleting listrik atau ada faktor lain.
“Masih diteliti oleh pihak kepolisian apakah ini murni konsleting listrik atau ada hal lain di luar itu,” katanya.
Pasca kejadian tersebut, PT BCR juga berencana melakukan evaluasi serta peremajaan instalasi listrik di Gedung Pasar 16 Ilir dengan berkoordinasi bersama PLN.
“Ke depan kami akan berdiskusi dengan PLN terkait revitalisasi dan peremajaan instalasi listrik yang ada di gedung ini,” ujarnya.
Ahmad Marzuki mengaku sejak mulai menjabat sekitar 10 hari lalu, dirinya langsung melakukan pendekatan dan komunikasi intensif dengan para pedagang serta melakukan pembenahan internal perusahaan.
“Saya sengaja berkantor di Gedung 16 untuk mengetahui langsung kondisi terkini di lapangan,” katanya.
Terkait pedagang yang kiosnya terbakar, ia memastikan manajemen BCR akan memikirkan langkah-langkah solusi ke depan.
“Tadi malam ada pedagang yang bertemu dan berbicara langsung dengan saya. Tentu secara manajemen kami akan memikirkan bagaimana langkah ke depannya,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan, kerja sama operasional (KSO) antara BCR dan Perumda Pasar Palembang yang dimulai sejak 2023 sejatinya berfokus pada revitalisasi dan pengelolaan Pasar 16 Ilir. Namun proses revitalisasi sempat terhambat akibat berbagai persoalan komunikasi antara pengelola dan pedagang.
“Revitalisasi sempat terhambat karena ada beberapa persoalan komunikasi antara pedagang, BCR dan Perumda Pasar. Sekarang kami mencoba membangun komunikasi ulang,” jelasnya.
Menurut Ahmad Marzuki, pihak BCR saat ini terus membuka ruang komunikasi dengan Perumda Pasar dan Pemerintah Kota Palembang agar persoalan administrasi, sistem bagi hasil maupun adendum kerja sama dapat diselesaikan secara baik.
“Prinsipnya kami tetap menjalankan pengelolaan Gedung Pasar 16 Ilir dan berharap komunikasi dengan semua pihak bisa berjalan baik,” katanya.
Di akhir keterangannya, Ahmad Marzuki berharap Gedung Pasar 16 Ilir dapat kembali menjadi ikon ekonomi, budaya dan wisata Kota Palembang seperti pada masa lalu.
“Gedung 16 Ilir ini memiliki nilai sejarah besar sejak zaman Belanda. Harapan kami tempat ini bukan hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga ikon budaya dan wisata Kota Palembang serta Sumatera Selatan,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh stakeholder, pedagang, pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama membenahi Pasar 16 Ilir demi meninggalkan warisan sejarah dan ekonomi bagi generasi mendatang.
“Kalau kita berhasil membenahi Gedung 16 ini, maka kita meninggalkan legacy bagi anak cucu kita tentang sejarah, budaya dan ekonomi Kota Palembang,” tutupnya.







