UMKM Wong Kito Palembang Resmi Dibuka, Hadirkan Jajanan Juara hingga Kuliner Serba Murah

Insert88.com, Palembang – Wadah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Wong Kito Palembang (WKP) resmi dibuka melalui acara syukuran yang digelar di Jl. Karya Bersama Kel. Sri Mulya Kec. Semarang Borang Palembang, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan tersebut diramaikan dengan aneka jajanan juara khas Palembang, seperti kerupuk, kemplang, minuman tradisional, serta beragam kuliner UMKM lainnya.

Pembukaan WKP menjadi tonggak awal pengembangan UMKM lokal yang digagas secara mandiri oleh para penggiat usaha kecil di Kota Palembang. Saat ini, WKP telah menaungi lebih dari 50 pelaku UMKM yang tersebar di sekitar 10 kecamatan, dan ditargetkan akan berkembang ke seluruh 18 kecamatan di Palembang.

Pembina UMKM Wong Kito Palembang, KGS. M. Iqbal Ramadhani, SH, MT, MH, MM, mengatakan bahwa WKP sejatinya telah dibentuk sejak November 2025. Namun, peresmian kali ini menjadi momentum syukuran sekaligus awal pengembangan yang lebih luas.

“WKP ini adalah wadah UMKM Wong Kito Palembang yang kita bentuk secara mandiri. Hari ini adalah pembukaan sekaligus syukuran. Insyaallah, ini menjadi langkah awal untuk pengembangan ke 18 kecamatan di Palembang,” kata Iqbal saat diwawancarai.

Iqbal menjelaskan, WKP hadir untuk membantu dan memberdayakan pedagang kecil, khususnya pelaku usaha mikro dan menengah yang selama ini bergerak secara mandiri tanpa wadah bersama. “Spirit kami adalah gotong royong. Tidak ada pungutan bagi pedagang. Kami ingin mereka maju dulu, berkembang dulu. Hasilnya nanti akan kita kembangkan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, WKP mengusung filosofi semut dan lebah sebagai simbol semangat kerja keras, kebersamaan, dan manfaat bagi banyak orang.
“Semut dan lebah itu melambangkan kerja sama, gotong royong, dan memberi manfaat. Itulah nilai yang ingin kami bangun di WKP,” jelasnya.

Selain sektor kuliner, WKP juga mulai mengembangkan beberapa bidang usaha lainnya, seperti peternakan ayam kampung, rencana budidaya ikan, hingga rumah terapi yang ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat.
Untuk sektor kuliner, WKP mengusung konsep murah meriah dan terjangkau, dengan harga jajanan mulai dari Rp1.000 hingga Rp10.000. “Konsepnya kuliner rakyat. Dari pagi sampai malam fokusnya kuliner. Murah, terjangkau, dan bisa dinikmati semua kalangan,” katanya.

Ke depan, WKP juga membuka peluang untuk menggelar pasar murah, pasar UMKM di tingkat kecamatan, serta memanfaatkan lahan milik anggota untuk pengembangan usaha bersama. Seluruh kegiatan dan pembiayaan dilakukan secara mandiri oleh anggota.
Iqbal berharap, kehadiran WKP dapat menjadi solusi nyata bagi pelaku UMKM, sekaligus sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. “Kami bukan sekadar janji, tapi solusi. Harapan kami di 2026 ini, UMKM mikro di Palembang punya wadah yang kuat dan bisa berkembang bersama,” tutupnya.

Pos terkait