Rakerprov KONI Sumsel 2025 Bahas Evaluasi Porprov, Pembinaan Atlet, dan Rencana Besar Menuju 2027

Insert88.com, PALEMBANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) pada 10–11 Desember 2025 di Beston Hotel Palembang, Jalan Jenderal Sudirman No. 57. Rakerprov tahun ini mengusung tema “Bersatu Bergerak Cepat Mengembalikan Kejayaan Prestasi Sumsel”.

 

Acara berlangsung dengan dihadiri tokoh-tokoh penting dunia olahraga Sumsel, di antaranya:

Wakil Sekjen KONI Pusat, Brigjend TNI (Purn) H. Ahmad Saefudin, SE., MM.

Anggota DPRD Sumsel, H. M. Ilyas Panji Alam, SH., SE., MM.

Kadispora Sumsel, Dr. H. Rudi Irawan, S.Sos., M.Si.

Kadishub Sumsel, Drs. H. Arinarsa JS

Rakerprov dibuka dengan agenda utama berupa evaluasi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Musi Banyuasin, pembahasan kesiapan cabang olahraga, serta penyusunan strategi untuk menghadapi Porprov 2027.

 

Ketua Umum KONI Sumsel, H. Yulian Gunhar, S.H., M.H., dalam wawancaranya menegaskan bahwa evaluasi Porprov Muba akan menjadi dokumen penting yang dipublikasikan ke masyarakat olahraga Sumsel.

 

“Semua kendala, capaian, maupun harapan dari setiap cabor akan kita rangkum dan dijadikan rekomendasi. Ini penting bagi pembinaan dan pelatihan ke depan,” ujarnya.

 

Ia menekankan bahwa Rakerprov bukan hanya soal penilaian kegiatan, tetapi juga menentukan arah pembinaan atlet dari tingkat dasar hingga elite.

 

Dalam forum tersebut, Wakil Sekjen KONI Pusat turut menekankan perlunya jaminan kehidupan sosial untuk atlet, tidak hanya berprestasi tetapi juga memiliki masa depan yang terjamin.

 

Yulian Gunhar mengakui bahwa hal ini masih menjadi pekerjaan besar di Sumatera Selatan.

 

“Kalau kita lihat, memang belum ada kejelasan yang utuh terkait jaminan masa depan atlet. Pemerintah provinsi bersama KONI harus menyusun rencana bersama untuk pembinaan dan penjaminan kehidupan atlet,” kata Yulian.

 

Ia menegaskan bahwa KONI hanya menjadi penghubung dan penyampai aspirasi, sementara kebijakan penuh berada di tangan pemerintah daerah.

 

Meski isu pembiayaan kerap menjadi hambatan di berbagai daerah, Yulian menegaskan bahwa pada masa kepemimpinannya selama dua tahun, persoalan anggaran di KONI Sumsel dapat dikendalikan.

 

“Semua anggaran yang kita ajukan diterima dan di-ACC oleh pemerintah provinsi. Memang ada efisiensi dari pusat ke daerah, tapi alhamdulillah banyak masalah lama seperti honor dan pembinaan atlet bisa kita selesaikan,” tegasnya.

 

Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa koordinasi KONI dengan pemerintah berjalan baik dan terus diperbaiki.

 

Yulian Gunhar menyebutkan dua target utama selama dua tahun masa kepemimpinannya:

1. KONI Sumsel tidak bermasalah secara hukum.

2. Prestasi olahraga meningkat secara bertahap dan berkesinambungan.

“Prestasi itu tidak bisa instan. Semua harus bergerak bersama, mulai dari cabor, KONI, hingga pemerintah. Kita harus berangkat dari masalah, lalu cari solusi bersama,” jelasnya.

 

Menjelang penutupan Rakerprov, tiga kabupaten/kota resmi mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah Porprov Sumsel 2027, yaitu:

1. Kota Lubuk Linggau

2. Kabupaten Muara Enim

3. Kota Palembang

“Seluruhnya akan dibahas dalam forum Rakerprov dan dievaluasi berdasarkan kesiapan fasilitas, akomodasi, serta dukungan anggaran.”tutupnya.

Pos terkait