Insert88.com, Palembang
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke-61 tahun ini berlangsung jauh lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada pesta, tidak ada hiburan. Seluruh struktur partai dari pusat hingga daerah kompak menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas atas bencana yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.
Format kegiatan ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, yang meminta Golkar menahan diri dari selebrasi dan lebih menekankan kepedulian sosial.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam sambungan virtual menyebut Golkar kini memprioritaskan konsolidasi politik jangka panjang.
“Situasi ekonomi global tidak mudah. Kita perlu koalisi permanen yang kuat agar pembangunan nasional tetap stabil,” kata Bahlil.
Bahlil juga menyinggung pentingnya merapikan ulang sistem politik nasional agar lebih efektif mendukung agenda pemerintah.
Dari Palembang, anggota DPRD Kota Palembang Fraksi Golkar H. Yustin Kurniawan Zendrato menegaskan bahwa kesederhanaan peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa politik tidak boleh jauh dari empati sosial.
“Banyak saudara kita sedang berduka karena bencana. Golkar ingin berada di tengah masyarakat, bukan euforia,” ujar Yustin.
Menurut Yustin, instruksi Presiden untuk tidak mengadakan pesta justru memperkuat kesadaran kader bahwa partai memiliki tanggung jawab moral dalam situasi bangsa yang penuh tantangan.
Di berbagai daerah, termasuk Palembang, doa bersama berlangsung khidmat. Kader dan pengurus Golkar berdoa untuk keselamatan bangsa, pemulihan korban bencana, dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Tema “Merajut Kebersamaan, Membangun Indonesia Maju” ditafsirkan Golkar sebagai komitmen memperkuat persatuan sekaligus mendukung arah kebijakan pemerintah.
Golkar berharap peringatan sederhana ini menjadi momentum merefleksikan peran partai agar tetap menjadi tulang punggung stabilitas politik dan motor penggerak kemajuan Indonesia.







