Kunjungan Reses DPRD Kota Palembang ke SMP Negeri 17, Sekolah Harapkan Rehab Gedung dan Pengangkatan Guru Honorer

Insert88.com, PALEMBANG – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 17 Palembang mendapat kunjungan dari anggota DPRD Kota Palembang Dapil 1 dalam agenda reses, Jumat (9/5/2025).

Kunjungan ini disambut antusias oleh pihak sekolah, mengingat sejumlah kebutuhan mendesak yang diharapkan bisa diperjuangkan oleh para wakil rakyat, terutama terkait rehabilitasi gedung dan pengangkatan guru honorer.

Plt. Kepala SMP Negeri 17 Palembang, Ivan Yulietmi, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa sebagian besar gedung sekolah sudah tidak layak pakai. Sekolah yang dibangun sejak 1983 ini belum pernah mengalami renovasi besar, padahal kebutuhan ruang belajar sangat mendesak.

“Kami mengusulkan rehabilitasi untuk 18 ruang kelas. Harapannya, semua gedung bisa direhab total dan dibangun bertingkat, karena keterbatasan lahan membuat kami tidak bisa menambah bangunan secara horizontal,” ujar Ivan.

Ivan juga menambahkan bahwa setiap tahunnya daya tampung siswa baru selalu melebihi kapasitas (overload). Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMP Negeri 17 menjadi tantangan tersendiri dalam hal fasilitas dan ruang belajar.

Selain persoalan infrastruktur, Ivan turut menyoroti status tenaga pengajar di sekolahnya. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar guru di SMP Negeri 17 masih berstatus honorer.

“Kami memohon agar anggota DPRD Kota Palembang, khususnya Dapil 1, dapat memperjuangkan kuota bagi guru honorer agar bisa diangkat menjadi guru P3K. Hampir seluruh guru di sini masih berstatus honorer,” jelasnya.

Dengan adanya kunjungan reses ini, Ivan berharap aspirasi dari pihak sekolah dapat ditindaklanjuti dan diperjuangkan di tingkat kebijakan.

Sementara itu, terkait dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025, Ivan menyampaikan bahwa pendaftaran akan dibuka mulai 19 Mei melalui jalur afirmasi. Kemudian dilanjutkan pada bulan Juni untuk jalur prestasi, domisili, dan mutasi.

“Tiap tahun jumlah pendaftar terus meningkat. Namun, tahun ini kami hanya bisa menerima 9 rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung 340 siswa. Tahun lalu rasio pendaftar dengan siswa yang diterima adalah 3:1,” tutup Ivan.

Pos terkait