Guru SMA Negeri 16 Palembang Raih Juara 1 Nasional Lomba Cipta Lagu PAI 2025

Insert88.com, PALEMBANG, — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel). Guru SMA Negeri 16 Palembang, M. Febriansyah Juaini, S.Pd.I, berhasil meraih Juara 1 Nasional Lomba Cipta Lagu Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI pada 30 November–3 Desember 2025.

Pengumuman kemenangan ini disampaikan dalam konferensi pers resmi yang digelar di Pempek Flamboyan, Jalan Radial Palembang, Rabu (3/12/2025), Dan di hadiri Kepala Sekolah SMA negeri 16, beserta Guru dan Murid.

Dalam sambutannya, Selaku Kepala sekolah SMA negeri 16 Palembang Dra. Hj. Ema Nurnisya Putri, MM., menyatakan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia menyebut prestasi ini sebagai momentum penting bagi sekolah dan Provinsi Sumatera Selatan.

“Prestasi ini sangat membanggakan. Kami merasa terhormat karena SMA Negeri 16 Palembang kembali mengharumkan nama Sumatera Selatan di tingkat nasional. Terima kasih kepada Bapak H. Herman Deru atas motivasi yang terus diberikan, serta Kementerian Agama Sumsel atas kesempatan luar biasa ini,” ujarnya.

Ema juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Ibu Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd, yang dinilai konsisten mendorong inovasi di lingkungan sekolah.

“Ibu Kadisdik selalu menekankan agar sekolah tidak berhenti berkreasi. Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa dukungan pemerintah benar-benar membuahkan hasil,” katanya.

Menjelang keberangkatan ke ajang nasional, pihak sekolah memberikan dukungan penuh kepada Febriansyah. Sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama, sekolah menggelar Yasinan bersama seluruh guru dan siswa.

“Saat Pak Febri akan berangkat, kami mengadakan Yasinan bersama. Ada rasa gugup, namun dukungan tersebut membuat beliau lebih tenang dan percaya diri saat tampil di tingkat nasional,” ujar Ema.

Menurut pihak sekolah, keberhasilan Febriansyah bukanlah hasil yang instan. Ia telah lama dikenal sebagai guru dengan talenta seni yang kuat dan sering mewakili Kota Palembang di berbagai ajang.

“Beliau memang guru yang berbakat. Sudah sering tampil di tingkat kota, provinsi, bahkan nasional. Kami sangat bangga memiliki guru seperti beliau,” tambahnya.

 

Sementara itu, M. Febriansyah Juaini mengungkapkan bahwa perjalanan dirinya di dunia kompetisi musik religius telah dimulai sejak 2018.

“Saya sudah mengikuti lomba sejak tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Sudah ratusan kompetisi saya ikuti. Namun lomba kali ini memberikan pengalaman yang sangat berbeda,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa tantangan terberat bukan pada teknis penciptaan lagu, melainkan pada kesiapan mental saat tampil secara langsung di panggung nasional.

“Nervous itu pasti ada. Tapi semua bisa dikalahkan dengan doa, ikhtiar, dan persiapan mental yang matang. Itu kunci utamanya,” tegasnya.

Dalam lomba tersebut, peserta diminta menciptakan lagu dengan tema “Lima Dimensi Cinta”. Febriansyah berhasil menyusun lirik dan aransemen lagu hanya dalam waktu dua jam, dengan memadukan nilai-nilai Islami dan nuansa musik Arab.

Untuk membawakan lagu tersebut, Febriansyah mempercayakannya kepada Safira Yolanda, siswi berbakat yang telah menjadi muridnya sejak 2018.

“Karakter suara Safira sangat sesuai dengan konsep lagu. Jika saya yang menyanyi, mungkin tidak memenuhi kriteria lomba. Karena itu saya memilih penyanyi yang paling tepat untuk menyampaikan pesan lagu,” jelasnya.

 

Ditempat yang sama, Safira Yolanda juga mengaku karya-karya Febriansyah memiliki tingkat kesulitan tinggi, namun justru menjadi tantangan tersendiri baginya.

“Musiknya detail dan penuh karakter. Tidak mudah, tapi saya belajar banyak. Saya bangga bisa menjadi bagian dari kemenangan ini,” ujar Safira.

Selain di bidang tarik suara, Safira juga dikenal memiliki beragam prestasi di bidang lain seperti modeling, festival vokal, dan berbagai ajang tingkat nasional.

Lagu yang mengantarkan mereka menjadi juara mengandung lima pesan utama, yakni:

1. Cinta kepada Allah dan Rasul

2. Cinta menuntut ilmu

3. Cinta kepada sesama manusia

4. Cinta kepada alam semesta

5. Cinta kepada tanah air

Kelima nilai tersebut dirangkai dalam lirik yang kuat dengan aransemen megah sehingga mampu unggul di antara peserta dari berbagai provinsi.

Peserta lomba sendiri berasal dari sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Setelah melalui proses seleksi ketat, mereka mengerucut ke lima besar nasional hingga akhirnya Febriansyah keluar sebagai juara pertama.

Safira turut memberikan pesan kepada generasi muda agar tidak takut berkarya.

“Anak muda jangan terpaku pada opini negatif. Kita semua punya nilai yang tidak dimiliki orang lain. Tetap kreatif, tetap produktif, dan jangan takut gagal,” tegasnya.

 

Meski belum ada apresiasi tambahan dari pemerintah provinsi, Febriansyah berharap kompetisi semacam ini ke depan mendapat perhatian lebih besar.

“Ini ajang yang sangat baik. Harapan kami pemerintah bisa memberi ruang lebih luas agar guru-guru di Sumsel dapat terus berkarya dan bersaing di tingkat nasional,” katanya.

Ia juga mengajak para guru, musisi, dan insan kreatif di Sumatera Selatan untuk berani keluar dari zona nyaman.

“Jangan hanya bertahan di kota. Ayo menembus nasional dan harumkan nama daerah. Jika kita konsisten, kemenangan pasti datang pada waktunya,” tegasnya.

Febriansyah menambahkan bahwa kegagalan adalah bagian penting dari proses menuju keberhasilan.

“Sebelum menjadi juara, saya sering kalah. Tapi justru dari situlah karakter terbentuk. Kalah bukan alasan untuk berhenti, melainkan alasan untuk belajar,” jelasnya.

 

Di akhir acara, Kepala SMA Negeri 16 Palembang menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah akhir, melainkan awal lahirnya talenta-talenta baru.

“Insya Allah setelah ini akan muncul ‘Pak Febri’ lainnya. Prestasi ini membuktikan bahwa sekolah negeri mampu bersaing di tingkat nasional. Kami akan terus mendorong inovasi dan kreativitas guru serta siswa,” tutup Ema.

Prestasi yang diraih M. Febriansyah Juaini ini menjadi kemenangan bersama bagi SMA Negeri 16 Palembang, Kota Palembang, dan Provinsi Sumatera Selatan serta menjadi bukti bahwa dunia pendidikan Sumsel memiliki potensi besar untuk terus bersinar di panggung nasional.

Pos terkait