Insert88.com – Palembang – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palembang resmi memperkenalkan Program “Ado Gawe,” sebuah inisiatif strategis untuk mengurangi tingkat pengangguran di kota ini. Program yang inovatif ini diluncurkan dalam acara yang berlangsung di Kantor Disnaker Kota Palembang, Jl. Ade Irma Nasution No. 125, Kecamatan Ilir Timur I, dengan dihadiri berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha, Selasa (17/12/24).
Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang, Dr. Cheka Virgowansyah, S.STP., M.E., dalam sambutannya menegaskan pentingnya terobosan ini sebagai solusi konkret untuk mengatasi permasalahan pengangguran. “Saat ini, angka pengangguran di Palembang mencapai 6% dari total 1,7 juta penduduk, atau sekitar 55.000 orang. ‘Ado Gawe’ hadir untuk memberikan akses kerja yang lebih mudah, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang kesulitan mendapatkan pekerjaan,” ujar Cheka.
Berbeda dari pendekatan konvensional seperti job fair yang membutuhkan biaya besar, “Ado Gawe” memanfaatkan platform digital, terutama TikTok, untuk menyampaikan informasi lowongan kerja secara langsung.
Kepala Disnaker Palembang, Rediyan Deddy Umrien, S.E., M.M., menjelaskan bahwa program ini menggunakan akun TikTok resmi bernama “Ado Gawe Palembang”.
“Setiap hari kami melakukan siaran langsung di TikTok pada pukul 09.00–11.00 WIB dan 14.00–16.00 WIB. Di sana, pencari kerja bisa mendapatkan informasi lowongan dari berbagai perusahaan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dengan pendekatan ini, masyarakat bisa mengakses peluang kerja tanpa harus datang langsung ke lokasi tertentu,” jelas Rediyan.
Selain itu, program ini dirancang agar inklusif, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Beberapa perusahaan yang telah bekerja sama antara lain sektor perhotelan, jasa, hingga rekrutmen tenaga kerja ke luar negeri seperti Taiwan.
Cheka optimistis program ini mampu menekan angka pengangguran hingga 70%, tidak hanya di sektor formal tetapi juga di sektor semi-formal dan informal. “Kami ingin program ini menjadi solusi nyata, memberikan peluang bagi masyarakat, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.
Selain memfasilitasi lowongan kerja, Disnaker Palembang berencana memperluas program ini dengan pelatihan keterampilan pada 2025. Pelatihan yang direncanakan meliputi:
Keterampilan menjadi pembawa acara (MC).
Pelatihan seni panggung dan hiburan.
Keahlian teknis seperti perbaikan AC, pengelasan, dan teknik listrik.
“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada masyarakat agar mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” ungkap Rediyan.
Sebagai bagian dari pengembangan program, Disnaker juga akan mengadakan festival keterampilan setiap tiga bulan sekali. Festival ini diharapkan menjadi wadah untuk menampilkan hasil pelatihan dan mempertemukan peserta dengan calon pemberi kerja.
Melalui “Ado Gawe,” Pemerintah Kota Palembang berharap mampu menciptakan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, terutama dalam menurunkan angka pengangguran. “Ini bukan hanya tentang membuka lowongan kerja, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung masyarakat untuk berkembang dan berdaya saing,” ujar Cheka.
Inisiatif ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan komunitas lokal. Dengan kolaborasi yang solid, program “Ado Gawe” diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Palembang secara berkelanjutan.
“Kami optimis, dengan kerja sama semua pihak, ‘Ado Gawe’ akan menjadi langkah besar menuju Palembang yang lebih sejahtera,” tutup Cheka.







