Insert88.com – Palembang
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel mengadakan acara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA) sebagai langkah strategis untuk mendukung program link and match dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kegiatan ini berlangsung dengan tema “Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing SDM.” Jumat (22/11/24).
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel, Zulkarnain, S.E., M.M., mewakili Penjabat Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, S.H., MSE. Hadir pula Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Muhammad Yusro, S.Pd., M.M., Kepala Dinas PLT Disdik Provinsi Sumsel, H. Awaluddin, S.Pd., M.Si., serta perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumsel, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), berbagai perusahaan, kepala sekolah, dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Zulkarnain menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan dunia pendidikan dalam mendukung program pendidikan vokasi sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.
“Revitalisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas serta daya saing SDM menuju visi Indonesia 2045. Langkah ini menjadi prioritas utama untuk memastikan pendidikan vokasi mampu mencetak generasi produktif yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Zulkarnain.
Ia juga menegaskan bahwa MoU ini mencerminkan dukungan konkret dunia usaha dan industri terhadap pembangunan di Sumsel.
Direktur SMK, Dr. Muhammad Yusro, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini memiliki 14.442 SMK, dengan sekitar 24-26 persen di antaranya berstatus negeri, sementara sisanya adalah swasta. Dengan total siswa mencapai 5 juta, peran SMK swasta dianggap sangat signifikan dalam membangun kompetensi generasi muda.
“Peningkatan kualitas pendidikan vokasi di SMK sangat penting agar lulusan dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja. Program link and match seperti ini menjadi salah satu solusi strategis,” tambah Yusro.
Kepala Dinas PLT Disdik Sumsel, H. Awaluddin, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari Perpres 68/2022. “Kerja sama ini bertujuan meningkatkan sinergitas antara pemerintah daerah dan DUDIKA dalam menjamin mutu pendidikan vokasi, khususnya di SMK negeri dan swasta di Sumsel,” ungkapnya.
Selain MoU, acara ini juga menjadi ajang penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan kepada lembaga pendidikan. Beberapa kerja sama penting yang sudah terlaksana mencakup:
1. KADIN Sumsel: Menyediakan peluang kerja sama dengan 242 industri di Sumsel.
2. PHRI Sumsel: Melibatkan 82 hotel yang siap mendukung program pendidikan vokasi.
3. Perusahaan Swasta: Penandatanganan MoU dengan 60 perusahaan untuk program link and match.
Awaluddin juga menambahkan bahwa program ini diharapkan mampu meningkatkan akses, mutu, dan relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, kolaborasi dengan sektor industri diharapkan dapat memberikan kesempatan magang, sertifikasi kompetensi, dan peluang kerja bagi lulusan SMK.
Dengan kerja sama ini, Provinsi Sumsel menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang relevan dan berkualitas, demi mencetak SDM unggul untuk mendukung pembangunan daerah dan Nasional.







