Palembang – INSERT88.COM
Debat publik pertama antara calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang untuk pemilihan 2024 digelar di Ballroom Hotel Santika Premiere Bandara, malam ini pukul 19.00 WIB. Acara ini diselenggarakan oleh KPU Kota Palembang dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, pemerintah, serta pihak keamanan, baik dari kepolisian maupun TNI.
Ketua KPU Kota Palembang, Syawaludin, S.H.I., M.H, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap dukungan yang telah diberikan untuk kelancaran acara ini. Ia menegaskan pentingnya debat publik sebagai sarana bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat calon pemimpin mereka. “Mudah-mudahan dengan debat publik ini, masyarakat bisa menilai visi, misi, dan program-program yang diusung oleh para calon,” ujar Syawaludin.
Debat ini menjadi momen krusial menjelang hari pemungutan suara pada 27 November 2024. Syawaludin berharap, pelaksanaan debat berjalan lancar dan tanpa hambatan. “Mari kita saksikan bersama-sama dan semoga ini menjadi bagian penting dari proses demokrasi di Palembang,” pungkasnya.
Pasangan calon dengan nomor urut 1, Fitrianti Agustinda, SH., MH dan Nandriani Oktarina, S.Psi., CHA, memanfaatkan kesempatan ini untuk memaparkan visi dan misi mereka. Fitrianti Agustinda menegaskan komitmennya untuk menjadikan Palembang sebagai kota yang bebas dari kemacetan, banjir, dan sampah. “Kami ingin Palembang menjadi kota yang terang benderang, sejuk, indah, bersih, sehat, dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Dalam program yang diusung, Fitrianti menekankan pentingnya pelayanan sosial yang merata. “Dengan satu KTP, masyarakat akan mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan berkualitas, tanpa batas dan gratis,” tambahnya. Ia juga menggarisbawahi rencana untuk menyediakan zona bermain gratis di 107 kelurahan dan pendidikan berkualitas tanpa biaya selama 13 tahun.
Program lain yang diusulkan mencakup transportasi gratis untuk siswa SD dan SMP, serta dukungan bagi usaha kecil dan menengah (UMKM). “Kami berkomitmen untuk meningkatkan insentif RT/RW dan memberikan perlindungan serta dukungan bagi tenaga sosial, termasuk guru, kader KB, dan Marbot,” ujarnya.
Debat ini bukan hanya menjadi sarana bagi pasangan calon untuk menyampaikan visi mereka, tetapi juga sebagai ajang bagi masyarakat untuk bertanya dan berinteraksi langsung. Dengan harapan, warga Palembang dapat memilih pemimpin yang tepat berdasarkan informasi yang didapatkan selama debat.
Dengan semangat demokrasi yang tinggi, debat publik ini diharapkan mampu memberikan pencerahan bagi masyarakat Palembang dalam menentukan masa depan kota mereka.







