Dies Natalis ke-66 UNSRI, Rektor Taufik Marwah Tekankan Kolaborasi Riset dan Inovasi untuk Negeri

Insert88.com, Ogan Ilir – Universitas Sriwijaya (UNSRI) menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi, riset, dan inovasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Memasuki usia ke-66 tahun, UNSRI didorong tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga melahirkan riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak secara nasional.

Komitmen tersebut mengemuka dalam upacara puncak peringatan Dies Natalis ke-66 Universitas Sriwijaya yang mengusung tema “UNSRI Bersatu, Berdampak bagi Negeri”, di Auditorium Universitas Sriwijaya, Kampus Indralaya, Selasa (3/11/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UNSRI Prof. Dr. Taufik Marwah, S.E., M.Si., Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., serta Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dr. Ir. Maulidya Indah Junica, M.Sc. Turut hadir Deputi Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Dr. Nunung Nuryartono.

Rektor UNSRI Prof. Dr. Taufik Marwah mengatakan, peringatan Dies Natalis ke-66 merupakan momentum penting untuk memperkuat semangat seluruh sivitas akademika dalam mendorong kemajuan universitas sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap bangsa dan negara.

Menurutnya, perjalanan panjang UNSRI tidak terlepas dari peran para alumni yang telah menunjukkan kiprah dan keberhasilan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Alhamdulillah, kita sudah melaksanakan puncak rangkaian peringatan Dies Natalis ke-66. Kehadiran para tokoh dan alumni yang telah sukses serta memberikan dampak di tingkat lokal maupun nasional menjadi kebanggaan bagi kami,” ujarnya.

Taufik menegaskan, tema UNSRI Bersatu, Berdampak bagi Negeri bukan sekadar slogan peringatan, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kolaborasi seluruh elemen universitas.

Ia menilai, tantangan pembangunan dan pendidikan tinggi saat ini tidak dapat diselesaikan secara individual ataupun hanya mengandalkan satu institusi. Karena itu, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, alumni, serta masyarakat.

“Kita tidak bisa menyelesaikan persoalan sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi dan kebersamaan. Khusus di UNSRI, saya mengajak seluruh unsur dan unit kerja untuk bersatu memberikan manfaat dan kontribusi terbaik,” tegasnya.

Dalam meningkatkan kualitas lulusan, UNSRI juga akan memperkuat seluruh tahapan pendidikan, mulai dari kualitas input mahasiswa, proses pembelajaran, hingga menghasilkan output lulusan yang memiliki kompetensi dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Taufik menjelaskan, UNSRI tetap berkomitmen menjaga kualitas pendidikan tanpa mengabaikan akses masyarakat untuk memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi.

Ia mengingatkan bahwa salah satu semangat awal pendirian UNSRI pada 1960 adalah membuka kesempatan bagi masyarakat Sumatera Selatan untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Nilai tersebut, menurutnya, harus terus dijaga dan diperkuat seiring perkembangan zaman.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Dr. Ir. Maulidya Indah Junica, M.Sc. menilai, perjalanan 66 tahun UNSRI merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Namun, perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dan memperkuat hubungan dengan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan sektor pembangunan, khususnya dalam memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa.

Menurut Maulidya, Kementerian PU memiliki banyak proyek pembangunan infrastruktur fisik yang dapat menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa melalui program magang maupun kerja sama akademik.

“Ketika ada infrastruktur yang dibangun, di situlah laboratorium kita bisa dimanfaatkan. Kalau di kampus mungkin skalanya kecil, tetapi di lapangan mahasiswa bisa melihat langsung pembangunan dalam skala sebenarnya atau satu banding satu,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami proses pembangunan sekaligus melihat secara langsung kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap infrastruktur yang berkualitas.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kementerian PU diharapkan terus diperluas agar ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dapat diterapkan dalam menjawab tantangan pembangunan di lapangan.

Dukungan terhadap penguatan riset dan inovasi juga disampaikan Deputi Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Dr. Nunung Nuryartono. Ia menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-66 UNSRI dan menilai universitas tersebut sebagai salah satu aset penting bangsa Indonesia.

Menurutnya, kontribusi UNSRI tidak hanya terlihat di tingkat Sumatera Selatan, tetapi juga melalui berbagai hasil riset yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional.

Namun, ia menegaskan bahwa hasil penelitian tidak boleh berhenti sebatas publikasi ilmiah. Riset harus mampu dikembangkan menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan dunia industri.

“Harapannya, riset tidak hanya berhenti pada hasil penelitian, tetapi bagaimana hasil riset tersebut bisa dimanfaatkan. Harus ada hilirisasi riset dan inovasi yang dihasilkan sehingga memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat,” ungkap Nunung.

Ia menyatakan BRIN siap memperkuat sinergi dengan UNSRI melalui berbagai skema pendanaan dan program pengembangan ekosistem riset, termasuk program Rumah Inovasi, riset kebijakan yang dapat dimanfaatkan kementerian dan lembaga, serta pemanfaatan fasilitas laboratorium.

Selain itu, “BRIN juga membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa UNSRI untuk memanfaatkan berbagai fasilitas penelitian, skema riset, serta program beasiswa dan pendidikan untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” tutupnya.

Pos terkait