Asrul Indrawan Buka Suara soal Keributan Mahasiswa dan Ormas di Mapolda Sumsel

PALEMBANG – insert88.com, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan (Sumsel) membagikan lebih dari 5.000 masker kepada masyarakat Kota Palembang. Kegiatan sosial tersebut dipusatkan di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2026).

Ketua DPD ADO Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan, menjelaskan bahwa pembagian masker merupakan bentuk kepedulian para pengemudi transportasi daring terhadap masyarakat. Di sela kegiatan tersebut, muncul kesalahpahaman antara sejumlah mahasiswa Cipayung Plus Kota Palembang yang hendak menggelar aksi dan kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berada di lokasi.

Bacaan Lainnya

Dalam konferensi pers di Sekretariat ADO Sumsel, Selasa (13/10/2026), Asrul menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki niat untuk terlibat dalam bentrokan. Ia menyebut para pengemudi online justru tengah menjalankan kegiatan sosial dan berharap aktivitas tersebut tidak terganggu oleh persoalan antarkelompok.

“Intinya, kami para driver tidak ingin ribut-ribut. Kami sedang melakukan kegiatan pembagian masker kepada masyarakat. Kami berharap semua pihak bisa memahami situasi tersebut,” ujar Asrul.

Asrul menerangkan, sebelum terjadi keributan, dirinya sempat mendatangi kelompok mahasiswa dan mengajak perwakilan pimpinan aksi untuk duduk bersama guna membicarakan situasi yang berkembang. Namun, menurut keterangannya, ajakan tersebut tidak berlanjut karena tidak tercapai komunikasi yang diharapkan.

Ia mengaku kemudian kembali ke lokasi kegiatan ADO. Tidak lama berselang, terjadi kesalahpahaman antara sejumlah adik adik mahasiswa dan kelompok ormas lain yang berada di sekitar Mapolda Sumsel. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi keributan.

Asrul menegaskan, dirinya berupaya mendorong komunikasi dan membantu meredakan ketegangan agar situasi tidak semakin memburuk. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin kegiatan pembagian masker justru dipersepsikan sebagai bagian dari persoalan yang melibatkan kelompok lain.

“Kami sudah berusaha mengajak bicara dengan kepala dingin. Harapan saya, kalau ada persoalan, sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi, bukan dengan bentrokan,” katanya.

Terkait informasi mengenai adanya mahasiswa Cipayung Plus Kota Palembang yang diamankan serta korban dalam insiden tersebut, Asrul menyatakan belum memperoleh informasi yang lengkap dan terverifikasi mengenai identitas maupun asal pihak-pihak yang terlibat. Karena itu, ia meminta agar informasi tersebut tidak disimpulkan secara sepihak sebelum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang.

Menurut Asrul, ADO Sumsel telah melakukan koordinasi dengan unsur intelijen kepolisian sebelum kegiatan berlangsung. Ia menegaskan bahwa agenda utama pihaknya pada hari itu adalah pembagian masker, bukan terlibat dalam aksi atau pertikaian antarkelompok.

Dalam kesempatan tersebut, Asrul mengajak mahasiswa, aktivis, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat di Kota Palembang untuk menjaga hubungan baik dan mengedepankan dialog ketika menghadapi perbedaan pendapat.

Ia berharap insiden tersebut dapat ditangani secara objektif oleh aparat berwenang sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. Menurutnya, setiap pihak perlu menahan diri, menghindari provokasi, serta memberikan ruang bagi proses klarifikasi agar situasi tetap kondusif.

“Kita semua harus bisa membangun komunikasi yang baik. Mahasiswa, ormas, dan elemen masyarakat lainnya seharusnya dapat saling menghormati. Kalau ada kesalahpahaman, mari kita selesaikan dengan duduk bersama,” pungkasnya.

Pos terkait