PALEMBANG – insert88.com, Proses revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Palembang kembali didorong untuk segera direalisasikan. PT Bima Citra Realty (BCR) selaku pengelola menegaskan proyek tersebut merupakan langkah mendesak mengingat kondisi bangunan yang telah berusia sekitar 30 tahun dan dinilai tidak lagi memenuhi standar kelayakan, khususnya pada instalasi kelistrikan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Gathering Pasar 16 Ilir Palembang bertema “Bersama Membangun Masa Depan Melalui Revitalisasi Pasar 16 Palembang” yang digelar di Ballroom Hotel The Zuri Palembang, Jalan Brigjen Dhani Effendi (Jl. Radial) No. 1371, 24 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Minggu (2/8/2026).
Direktur Utama PT Bima Citra Realty (BCR), Ahmad Marzuki, SE, mengatakan revitalisasi merupakan kelanjutan dari kerja sama pengelolaan dengan Pemerintah Kota Palembang yang telah berjalan sejak 2023.
Menurutnya, proses revitalisasi sempat mengalami stagnasi pada 2024 akibat tersendatnya komunikasi antara perusahaan dengan sejumlah pihak, termasuk para pedagang.
“Saya baru menjabat sekitar tiga bulan sebagai Direktur Utama BCR. Selama itu kami fokus membuka kembali komunikasi yang sempat tersumbat, baik dengan Pemerintah Kota Palembang, para pemangku kepentingan maupun para pedagang. Tujuannya agar revitalisasi ini bisa segera berjalan,” ujar Ahmad Marzuki.
Ia menegaskan revitalisasi bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan kebutuhan mendesak demi keselamatan seluruh aktivitas perdagangan di Pasar 16 Ilir.
Menurutnya, usia bangunan yang telah mencapai tiga dekade membuat kondisi gedung, terutama instalasi listrik, tidak lagi layak digunakan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PLN dan dari hasil komunikasi tersebut instalasi listrik dinilai sudah tidak layak. Ini menjadi perhatian serius karena potensi kebakaran sangat besar. Beberapa bulan lalu juga sudah terjadi kebakaran. Jangan sampai kejadian serupa terulang,” tegasnya.
Selain faktor keselamatan, revitalisasi juga bertujuan mengubah wajah Pasar 16 Ilir yang selama ini dinilai kumuh, kotor, serta masih banyak kios yang kosong sehingga mengurangi daya tarik kawasan perdagangan tersebut.
Sebagai langkah awal, BCR menargetkan pembersihan area gedung dapat dimulai pada Agustus 2026.
Pembersihan tersebut akan difokuskan pada sejumlah bagian gedung, termasuk lantai empat yang selama ini terbengkalai.
Selanjutnya, perusahaan akan menerapkan skema relokasi internal sehingga para pedagang tetap dapat berjualan tanpa harus dipindahkan ke luar gedung.
“Kami ingin pedagang tetap berada di dalam gedung sehingga aktivitas jual beli tetap berjalan. Pengalaman sebelumnya relokasi ke luar tidak berjalan maksimal karena pedagang mengeluhkan panas dan hujan. Sekarang kami siapkan skenario yang lebih baik agar pembangunan tetap berlangsung tanpa mematikan aktivitas perdagangan,” jelasnya.
Ahmad mengakui selama proses revitalisasi nantinya aktivitas perdagangan kemungkinan tidak akan berjalan secara normal. Namun kondisi tersebut dinilai hanya bersifat sementara demi terciptanya pasar yang lebih aman, nyaman, dan modern.
Ia menilai keberhasilan revitalisasi akan memberikan manfaat bagi seluruh pihak.
Mulai dari Pemerintah Kota Palembang melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kepastian hukum bagi pedagang, kepastian investasi bagi perusahaan, hingga meningkatnya kenyamanan masyarakat sebagai pengunjung.
“Pasar 16 bukan hanya pusat perdagangan. Ini ikon Kota Palembang yang sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka. Pasar ini memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi. Karena itu revitalisasi harus segera dilakukan agar menjadi kebanggaan masyarakat Palembang,” katanya.
Ahmad juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Kota Palembang terhadap program revitalisasi tersebut.
Menurutnya, Wali Kota Palembang memberikan respons positif dan mendukung penuh upaya percepatan pembangunan karena Gedung Pasar 16 merupakan aset milik Pemerintah Kota Palembang yang dikelola oleh BCR.
“Alhamdulillah respons Pemerintah Kota Palembang sangat baik dan sangat mendukung. Ini aset milik pemerintah sehingga revitalisasi ini tentu menjadi kepentingan bersama,” ungkapnya.
Dalam konsep revitalisasi, BCR
memastikan bentuk utama bangunan tetap mempertahankan karakter asli Pasar 16 Ilir sebagai ikon Kota Palembang.
Namun, sejumlah fasilitas akan dimodernisasi, mulai dari penataan kios, penambahan fasilitas lift, hingga penyesuaian tata ruang berdasarkan kajian bisnis agar pasar mampu bersaing dengan pusat perdagangan modern.
Sementara itu, Ahmad menyebut sebagian besar pedagang asli mendukung rencana revitalisasi tersebut.
Kendala komunikasi saat ini justru lebih banyak berasal dari pihak penyewa kios, terutama mereka yang menguasai beberapa unit kios sekaligus untuk disewakan kembali kepada pedagang lain.
“Kami terus melakukan pendekatan kepada para penyewa. Yang menjadi perhatian bukan pedagang asli, tetapi pihak-pihak yang menyewakan kembali kios kepada orang lain. Ini yang masih terus kami komunikasikan agar ditemukan solusi terbaik,” katanya.
Selain itu, BCR juga menyoroti keberadaan sejumlah bangunan yang berdiri di atas fasilitas umum (fasum) di kawasan Pasar 16 Ilir. Menurut Ahmad, kondisi tersebut dinilai mengganggu penataan kawasan dan akan dikoordinasikan bersama pemerintah serta aparat terkait.
Ia berharap seluruh pihak dapat mendukung percepatan revitalisasi sehingga Pasar 16 Ilir kembali menjadi pusat perdagangan modern tanpa meninggalkan nilai sejarah yang telah melekat selama puluhan tahun.
“Target kami secepatnya. Diawali dengan pembersihan kawasan, kemudian dilanjutkan ke tahap revitalisasi secara bertahap agar Pasar 16 Ilir kembali menjadi kebanggaan Kota Palembang,” pungkasnya.







