Firdaus Hasbullah dan Yan Coga Gaungkan Peran Pemuda dalam Diskusi “Tunggu Aku Sukses Nanti” di Palembang

Insert88.com, Palembang – Semangat perubahan dan peran strategis generasi muda dalam pembangunan daerah mengemuka dalam Diskusi Kepemudaan bertajuk “Tunggu Aku Sukses Nanti: Energi Pemuda dalam Transformasi Kemajuan Daerah dan Negara” yang digelar di kediaman Raja Sriwijaya Yan Coga, Posko Koalisi Aktivis Rakyat Bawah (KARB), Jalan Radial Lorong Cempaka RT 19, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Minggu (12/04/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Firdaus Hasbullah, SH., MH yang merupakan Wakil Ketua DPRD PALI sekaligus Ketua DPW PGK Sumatera Selatan. Diskusi turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan aktivis, di antaranya Raja Sriwijaya Yan Coga, Bang Mukri, Bang Pasaribu, serta mahasiswa dari berbagai kampus seperti UIN, Universitas Taman Siswa, Universitas Muhammadiyah, Universitas Tridinanti, Universitas Sriwijaya (Unsri), hingga Himpunan Mahasiswa PALI (Himapali).

Dalam wawancaranya, Firdaus Hasbullah menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi biasa, melainkan momentum silaturahmi yang harus melahirkan aksi nyata dari kalangan pemuda.

“Kunjungan ini adalah silaturahmi pemuda. Kita berdiskusi bagaimana ke depan pemuda bisa berinovasi, berorganisasi, dan menghasilkan sesuatu. Misalnya, punya skill entrepreneur, menciptakan usaha, jadi ada hasil nyata dari pertemuan seperti ini,” ujar Firdaus.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif pemuda dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah, bukan hanya menjadi pengamat.

“Harapannya, pemuda jangan jadi penonton, jangan diam. Terus lakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak. Pemuda harus hadir sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Firdaus turut mengapresiasi peran Yan Coga yang dinilai konsisten dalam merawat solidaritas dan pergerakan anak muda melalui berbagai kegiatan sosial.

“Saya rasa adinda Yan Coga cukup konsisten merawat rekan-rekannya, terus melakukan gerakan sosial dari hari ke hari,” tambahnya.

Sementara itu, Raja Sriwijaya Yan Coga selaku Ketua Koalisi Aktivis Rakyat Bawah (KARB) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif pemuda untuk bergerak dan berkontribusi nyata.

“Diskusi ini bukan hanya wacana, tapi bagaimana kita membangun energi pemuda agar benar-benar bergerak. Kami di KARB ingin menjadi wadah bagi anak muda untuk berproses, belajar, dan berkontribusi langsung di tengah masyarakat,” ujar Yan Coga.

Ia menambahkan, KARB akan terus menjadi ruang kolaborasi lintas kampus dan komunitas dalam mendorong gerakan sosial yang berdampak.

“Kami ingin pemuda tidak hanya bicara, tapi juga bertindak. KARB hadir sebagai jembatan, baik antar pemuda maupun antara masyarakat dengan pemerintah. Ke depan, gerakan ini akan terus kami perluas,” tegasnya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan kritis dan gagasan inovatif dari para peserta. Isu kewirausahaan, peran organisasi, hingga pentingnya keberlanjutan gerakan sosial menjadi fokus utama pembahasan.

Pos terkait