Coach Abdul Hamid Budiyono: Canne de Combat Siap Dikembangkan di Klub-Klub Palembang

Insert88.com, Palembang – Olahraga bela diri asal Prancis, Savate, mulai diperkenalkan kepada masyarakat Kota Palembang. Kegiatan pengenalan ini sekaligus menghadirkan Canne de Combat, salah satu cabang Savate yang menggunakan tongkat sebagai alat utama dalam pertarungan. Kegiatan tersebut digelar di D’Fortuna Studio Lantai 3, Jalan Brigjen Hasan Kasim No. 71A Palembang, Sabtu (20/12/2025).

Pengenalan Savate dan Canne de Combat ini menjadi langkah awal untuk memperluas wawasan masyarakat terhadap olahraga bela diri modern yang memiliki nilai sejarah dan filosofi kuat dari Eropa.

Coach Savate dan Canne de Combat, Abdul Hamid Budiono, mengatakan bahwa kegiatan tersebut masih difokuskan pada tahap pengenalan dasar sebelum dikembangkan secara lebih luas di Palembang.

“Untuk tahap ini kita masih pengenalan dulu. Savate ini induknya, sementara Canne de Combat merupakan salah satu cabangnya. Ke depan, baru akan kita mulai mengenalkan di beberapa klub yang ada di Kota Palembang,” ujar Abdul Hamid Budiono.

Ia menjelaskan, Savate merupakan olahraga bela diri klasik asal Prancis yang berkembang sejak abad ke-19 dan kini telah menjadi cabang olahraga modern dengan sistem, aturan, serta perlengkapan keselamatan yang jelas.

Dalam perkembangannya, Savate memiliki beberapa cabang, salah satunya Canne de Combat yang menggunakan tongkat sebagai media latihan dan pertandingan.

“Canne de Combat ini turunannya dari fencing atau anggar, tetapi menggunakan tongkat. Gerakannya mirip, hanya tipe permainannya yang berbeda,” katanya.

Menurut Budiono, saat ini sudah terdapat beberapa komunitas di Palembang yang mulai tertarik mempelajari Savate dan Canne de Combat. Ke depan, pengembangan tidak hanya difokuskan pada komunitas, tetapi juga pembentukan klub-klub resmi.

“Untuk Palembang sendiri sudah ada beberapa grup yang terdata. Tidak menutup kemungkinan nanti akan dibuka di beberapa tempat latihan lain untuk pengembangannya,” ungkapnya.

Selain pembentukan klub, pihaknya juga berencana menyelenggarakan berbagai kegiatan dan event, baik dalam lingkup internal klub maupun skala kota, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Savate secara lebih luas.

Budiono mengakui, tantangan utama dalam pengembangan Savate dan Canne de Combat saat ini adalah ketersediaan tempat latihan khusus serta peralatan standar, seperti body protector dan perlengkapan keselamatan lainnya.

“Kendalanya ada di tempat latihan yang memang perlu agak khusus, dan juga peralatan. Untuk tahap awal, kemungkinan kita akan memodifikasi peralatan yang ada dulu,” jelasnya.

Meski demikian, ia optimistis Savate dan Canne de Combat memiliki peluang besar untuk berkembang di Palembang dan Sumatera Selatan, termasuk untuk diperkenalkan ke dunia pendidikan.

“Ke depannya, kita berharap Savate bisa berkembang di klub-klub Kota Palembang dan Sumatera Selatan. Bahkan tidak menutup kemungkinan dikenalkan ke sekolah-sekolah, terutama tingkat SMP dan SMA,” tutupnya.

Pos terkait