Protes Memanas di Polsri: Ban Dibakar, Direktur Janji Beri Jawaban dalam Satu Minggu

Insert88.com, PALEMBANG
Suasana Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), berubah tegang pada Senin (8/12/2025) di Halaman Polsri Bukit Lama, Palembang ketika ratusan massa dari berbagai organisasi masyarakat mendatangi kampus tersebut. Kedatangan mereka merupakan bentuk protes atas mandeknya pembayaran pekerjaan renovasi ruang Direktur Polsri yang telah rampung sejak dua tahun lalu.

 

Massa mengisi halaman kampus sejak pagi. Mereka datang dari sejumlah ormas seperti Koalisi Aktivis Rakyat Bawah, Harimau Sumatera Bersatu, Grib Jaya Sumsel, Forum Cakar Sriwijaya, serta Koalisi Masyarakat Peduli Palembang. Para ketua organisasi terlihat memimpin langsung anggota mereka dalam aksi tersebut.

 

Kontraktor pelaksana renovasi, CV Cendana Cahaya Abadi (CCA), menyatakan bahwa pekerjaan mereka telah selesai pada 2023 dengan nilai sekitar Rp200 juta. Namun hingga kini tidak ada kejelasan pembayaran dari pihak kampus.

 

Direktur CV CCA, H Hermansyah, mengungkapkan bahwa penantian yang berlangsung hampir dua tahun itu membuat perusahaan merasa dirugikan.

 

“Kami sudah berkali-kali berkomunikasi dengan pihak kampus, tetapi selalu tidak mendapat jawaban pasti. Proyek selesai, namun administrasinya tidak kunjung dituntaskan,” kata Hermansyah setelah pertemuan mediasi.

 

Ia juga menduga ada pihak internal yang berperan dalam hambatan tersebut. Menurutnya, proses penagihan kerap berhenti di tingkat staf.

 

Ketegangan meningkat ketika massa mulai menyalakan ban bekas sebagai simbol protes. Asap hitam mengepul di halaman kampus, membuat situasi sempat tidak kondusif.

 

Namun ketegangan mereda ketika Direktur Polsri, Ir Irwan Rusnadi MT, mengundang perwakilan ormas dan kontraktor ke ruang rapat untuk membahas persoalan tersebut. Tokoh-tokoh seperti Yan Coga, Satria Amri, Soehendra Tamzil, Hasbi Sanaki, Geri Wijaya (Edi Medan), dan Rizky Pratama hadir dalam pertemuan.

 

Setelah mediasi, Irwan menjelaskan bahwa pihak kampus tidak bisa mengambil keputusan tanpa mengikuti aturan yang berlaku bagi institusi pendidikan negeri.

 

“Kami harus meninjau dokumen secara lengkap dan melakukan pembahasan internal terlebih dahulu. Selain itu, kami wajib menyampaikan laporan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebelum memberikan keputusan,” ujarnya.

 

Irwan menegaskan bahwa Polsri tidak ingin memperpanjang persoalan dan akan segera menyampaikan perkembangan resmi.

 

“Kami akan memberikan jawaban dalam waktu satu minggu. Semuanya akan dilakukan sesuai mekanisme agar tidak bertentangan dengan kebijakan kementerian,” tutupnya.

 

Pertemuan antara pihak kampus, ormas, dan kontraktor menghasilkan kesepahaman bahwa dalam satu minggu ke depan akan ada keputusan final mengenai kelanjutan pembayaran proyek renovasi tersebut. Massa kemudian meninggalkan lokasi setelah mendapat kepastian tersebut.

Pos terkait