Insert88.com, PALEMBANG
Program Pasar Murah Pemerintah Kota Palembang kembali digelar sebagai upaya menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Kegiatan dengan tema “Palembang Berdaya, Palembang Sejahtera” ini berlangsung di Jl. Mayor Jenderal Satibi Darwis, Lorong Karya Satu RT 23, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Selasa (09/12/2025).
Acara ini diserbu warga sejak pagi. Beragam kebutuhan pokok tersedia dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasar, mulai dari beras SPHP 5 kg, minyak goreng, telur, ayam, daging, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, dan berbagai bahan pokok lainnya. Selain itu, sekitar 20 UMKM dan lebih dari 40 distributor turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.


Camat Kertapati, Rifandi Putra, S.STP., M.Si, didampingi pelaksana kegiatan Rachman, SE., M.Si, menyampaikan bahwa pasar murah ini merupakan program langsung dari Wali Kota Palembang dalam rangka membantu masyarakat di tengah kenaikan harga pangan.
“Alhamdulillah, kegiatan pasar murah ini sangat membantu warga. Program Bapak Wali Kota ini mampu menurunkan inflasi dan menyeimbangkan harga di pasar-pasar lain,” ujarnya.
Rifandi menjelaskan mekanisme bagi warga yang ingin mengikuti pasar murah, yakni cukup membawa Kartu Keluarga dan KTP asli berdomisili Kertapati. Ia juga menambahkan bahwa selain pasar murah, pemerintah rutin menggelar operasi pasar setiap minggu, terakhir dilaksanakan di Pasar Sako.
Tidak hanya itu, warga juga mendapatkan voucher potongan harga Rp10.000 dari Bank Sumsel Babel dan Bank Palembang.
“Satu orang dapat satu voucher dengan syarat KTP domisili Kertapati,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Karya Jaya, Deo Lady Fera, ST., MM, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palembang, Dinas Perdagangan, Bulog, serta pihak perbankan atas pelaksanaan pasar murah yang dinilai tepat sasaran.
“Kami memilih lokasi ini karena strategis dan padat penduduk sehingga memudahkan warga sekitar untuk membeli kebutuhan sembako dengan harga terjangkau,” ujar Deo.
Menurutnya, antusiasme warga cukup tinggi, bukan hanya dari RT 28 RW 10, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Kelurahan Keramasan yang berada tepat di seberang lokasi. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok harga murah di tengah naiknya harga sembako belakangan ini.
Deo berharap kegiatan pasar murah dapat menjadi agenda rutin, minimal setiap tiga bulan sekali, agar dampaknya terhadap masyarakat semakin signifikan.
“Koordinasi dengan ketua RT, RW, dan perangkat kelurahan telah dilakukan sehingga pelaksanaan berjalan aman, tertib, dan lancar.” Tutupnya.







