Insert88.com – Pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (18/10/2025), menuai sorotan publik.
Pasalnya, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel, Yulian Gunhar, SH, MH, tidak tampak hadir dalam perhelatan olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Absennya pucuk pimpinan olahraga Sumsel di momentum penting ini menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen dan arah kepemimpinannya.
Sebagai organisasi yang memegang peran strategis dalam pembinaan olahraga prestasi, KONI diharapkan hadir penuh mendukung semangat para atlet dan ofisial dari 17 kabupaten/kota peserta Porprov.
Suasana pembukaan Porprov XV Muba yang dibuka oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru namun tidak nampak kehadiran Ketua KONI Sumsel, Yulian Gunhar (SuaraIndo.id/Dok Ist)
Sorotan dari Berbagai Kalangan
Ketidakhadiran Yulian Gunhar tidak luput dari perhatian para pelaku dan pemerhati olahraga di Sumsel. Mereka menilai, momen Porprov seharusnya menjadi ajang konsolidasi dan kebersamaan seluruh elemen olahraga di daerah.
Pengamat olahraga sekaligus mantan pelatih nasional, Husni Yusuf, menyayangkan absennya Ketua Umum KONI Sumsel dalam kegiatan pembukaan.
“Kehadiran seorang ketua umum bukan sekadar simbol, tapi bentuk nyata dukungan moral bagi para atlet. Ketika beliau tidak hadir, itu memberi kesan bahwa KONI tidak sepenuhnya hadir untuk olahraga daerah,” ujar Husni.
Nada serupa disampaikan oleh salah satu Ketua KONI kabupaten/kota di Sumsel yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
“Porprov ini pesta olahraga terbesar di provinsi. Kehadiran Ketua Umum pasti memberi semangat tambahan bagi atlet dan ofisial. Kami sangat menyayangkan absennya beliau,” ungkapnya.
Dari kalangan atlet, kekecewaan juga terasa.
“Kami berharap KONI Sumsel lebih dekat dan peduli dengan pembinaan atlet. Kalau Ketua Umum hadir langsung, itu bisa jadi motivasi besar bagi kami,” ujar seorang atlet muda dari kontingen Ogan Ilir.
Sementara itu, tokoh masyarakat Sumsel menilai absennya Ketua KONI patut menjadi bahan evaluasi kinerja lembaga tersebut.
“KONI itu lembaga strategis. Kalau pimpinannya tidak hadir di momen besar seperti Porprov, wajar masyarakat menilai ada yang salah dalam prioritasnya. Kami berharap DPRD Sumsel ikut mengevaluasi kinerja KONI,” tegasnya.
Kepemimpinan yang Dipertanyakan
Ketiadaan Yulian Gunhar dalam pembukaan Porprov Muba memperkuat tanda tanya soal arah kebijakan dan fokus KONI Sumsel. Sebagai Ketua Umum, Yulian memegang tanggung jawab besar untuk memastikan pembinaan atlet berjalan sistematis, termasuk peningkatan kualitas pelatih, penyediaan fasilitas olahraga, serta transparansi pengelolaan dana.
Namun, absensi di agenda sebesar Porprov dianggap mencerminkan lemahnya kehadiran simbolik dan moral KONI di tengah semangat kompetisi daerah. Beberapa pihak menilai, minimnya komunikasi antara KONI Sumsel dan KONI kabupaten/kota turut memperburuk citra lembaga yang seharusnya menjadi motor penggerak prestasi olahraga di Bumi Sriwijaya.
Tuntutan Evaluasi dan Perbaikan
Menanggapi situasi ini, sejumlah pihak mendesak agar Yulian Gunhar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja internal KONI Sumsel. Beberapa langkah yang dinilai mendesak antara lain:
Meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan KONI kabupaten/kota.
Menyusun program pembinaan atlet yang lebih terarah dan berkesinambungan.
Menegakkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran.
Memperjuangkan peningkatan fasilitas dan sarana olahraga di daerah.
Jika dalam waktu dekat tidak ada perubahan signifikan, desakan untuk melakukan restrukturisasi kepemimpinan KONI Sumsel dinilai tidak bisa dihindari. Figur pemimpin yang visioner, responsif, dan berkomitmen tinggi terhadap pembinaan olahraga daerah kini menjadi tuntutan utama.
Cermin untuk Introspeksi
Porprov XV di Muba sejatinya bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan perayaan atas kerja keras atlet dan pembinaan olahraga daerah. Ketidakhadiran Ketua Umum KONI Sumsel dalam momen bersejarah ini menjadi cermin bagi lembaga olahraga tertinggi di provinsi untuk berbenah dan merebut kembali kepercayaan publik.
Ke depan, masyarakat berharap olahraga Sumsel tidak hanya mencetak medali, tetapi juga menghadirkan kepemimpinan yang kuat, terbuka, dan hadir di tengah para atletnya. (Rill).







