Semarak HUT ke-25 KORMI Palembang, 128 Pasang Peserta Ramaikan Lomba Gaplek

Insert88.com, Palembang – Suasana penuh semangat dan tawa pecah di halaman Kantor Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Palembang, Jalan Yos Sudarso, kelurahan 3 ilir, kecamatan Ilir Timur 2 Palembang sejak Sabtu Malam (18/10/25). Ratusan warga dari berbagai kecamatan antusias mengikuti lomba permainan tradisional Gaplek dalam rangka memperingati HUT ke-25 KORMI Palembang.

Mengusung tema “Melalui Perlombaan Gaplek, Kita Semarakkan HUT ke-25 KORMI”, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 18–20 Oktober 2025, dan menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus melestarikan budaya permainan rakyat.

 

Pembukaan acara dilakukan oleh Wali Kota Palembang yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Ichsanul Akmal, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi KORMI Palembang yang terus konsisten memajukan olahraga rekreasi di tengah masyarakat.

 

“Lomba ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi tentang kebersamaan dan menjaga warisan budaya kita,” ujar Ichsanul.

 

Turut hadir dalam pembukaan, Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang M. Irman, S.STP., M.Si, serta sejumlah anggota DPRD Kota Palembang seperti Firmansyah Hadi, Yustin Kurniawan Zendrato, dan Budi Mulya.

 

Sementara itu, Ketua Umum KORMI Kota Palembang Zulfikar Muharrami menyebutkan, sebanyak 128 pasang peserta atau 256 orang dari 18 kecamatan ikut memeriahkan perlombaan tahun ini. Tak hanya untuk hiburan, lomba Gaplek juga diharapkan menjadi wadah mengenalkan olahraga tradisional di era digital.

“Kami ingin masyarakat kembali akrab dengan permainan rakyat yang menyehatkan dan mempererat kebersamaan,” kata Zulfikar.

 

Selain hadiah utama berupa uang tunai, sepeda, televisi, dan perlengkapan rumah tangga, panitia juga menyiapkan beragam doorprize menarik. Puncak acara pada Senin (20/10) akan ditutup dengan hiburan musik dan pembagian hadiah.

 

KORMI Palembang berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan berwarna. “Olahraga masyarakat bukan hanya tentang fisik, tapi juga kebudayaan dan persaudaraan,” pungkas Zulfikar.

Pos terkait