Insert88.com, PALEMBANG – Ikatan Keluarga Besar Banyuwangi (IKAWANGI) Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan eksistensinya di tanah perantauan melalui perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 yang digelar dengan meriah di Jakabaring OPI Convention Hall, Kabupaten Banyuasin, Minggu (21/9/2025).
Acara yang mengusung tema seni dan budaya ini menampilkan 108 penari dari berbagai daerah, termasuk Banyuwangi dan Sumsel, sehingga menciptakan nuansa kultural yang harmonis antara tradisi masyarakat Banyuwangi dengan budaya lokal Sumatera Selatan.

Ketua IKAWANGI Sumsel, H. Suroso, S.E., menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud kerinduan kolektif warga Banyuwangi yang kini menetap di perantauan.
“Ini adalah cara kami mengobati rindu terhadap kampung halaman. Lewat seni dan budaya, kami ingin menyatukan kembali saudara-saudara Banyuwangi di perantauan,” ujar Suroso.
Ia juga menekankan bahwa IKAWANGI merupakan organisasi yang fokus pada kegiatan sosial dan pelestarian budaya, bukan organisasi politik maupun bisnis.

Perayaan ini turut dihadiri tokoh-tokoh penting, antara lain Basyarudin Ahmad, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemprov Sumsel yang hadir mewakili Gubernur H. Herman Deru, serta Dr. Hj. RA Anita Noeringhati, mantan Ketua DPRD Provinsi Sumsel sekaligus Pembina IKAWANGI Sumsel. Hadir pula pengurus dan anggota IKAWANGI dari berbagai daerah, mulai dari Bandung, Jakarta, Jambi, Lampung, hingga Riau.
Dalam sambutannya, para tokoh memberikan apresiasi atas kontribusi IKAWANGI dalam memperkaya khazanah budaya di Sumsel dan mempererat ikatan sosial lintas daerah.
Suroso menambahkan bahwa anggota IKAWANGI kini telah tersebar di tujuh kabupaten di Sumsel, menjalin hubungan erat dengan masyarakat setempat tanpa melupakan akar tradisi Banyuwangi.

“Sumatera Selatan adalah tumpah darah kami, tapi kampung halaman tetap Banyuwangi. Dengan semboyan Riko dulur isun, isun dulur riko – kita saudara selamanya, kami akan terus menjaga persaudaraan dan silaturahmi,” tegasnya.
Sementara itu, Edwin selaku Penasehat IKAWANGI Sumsel menyatakan bahwa kekuatan utama komunitas ini terletak pada soliditas dan komitmen menjaga nilai-nilai persaudaraan.
“Selama kita saling mengingat asal-usul dan budaya kita, maka IKAWANGI akan tetap menjadi rumah bagi siapa saja yang merindukan Banyuwangi,” tutupnya.







