Insert88.com, Palembang – Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa secara resmi meluncurkan program “Satu Kelurahan Satu Bank Sampah” serta meresmikan Taman Edukasi Pengelolaan Sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace), pada Selasa (20/5/25) di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang, Jalan Sukarela No. 129A, Kecamatan Sukarame.

Peluncuran ini merupakan bagian dari implementasi visi-misi “Palembang Belaga” yang menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menekan beban sampah dari sumbernya.
“Alhamdulillah, ini sesuai dengan janji politik kami saat pencalonan. Hari ini kita wujudkan program satu kelurahan satu bank sampah. Sekaligus kita resmikan taman edukasi pengelolaan sampah,” ujar Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa.
Selain itu, Pemkot juga meluncurkan sistem digital pelaporan sampah bernama “Nasi Peduli” (Navigasi Sistem Informasi Pengaduan Lingkungan), yang memungkinkan masyarakat melaporkan keberadaan tumpukan sampah secara langsung melalui aplikasi.

“Kami ingin masyarakat terlibat aktif. Dengan Nasi Peduli, kalau ada sampah menumpuk, bisa segera dilaporkan. Ini bagian dari upaya percepatan respons DLH,” tambahnya.
Wali Kota Ratu Dewa juga menegaskan pentingnya penegakan disiplin dalam pengelolaan sampah. Ia telah menginstruksikan Satpol PP untuk memantau titik-titik rawan pembuangan sampah liar, khususnya di bantaran sungai, melalui pemasangan CCTV dan penegakan Peraturan Daerah (Perda).
“Edukasi tetap kita kedepankan. Tapi kalau masih membandel, akan kita beri sanksi tegas. Ini demi menciptakan efek jera dan membangun kesadaran kolektif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Palembang, Dr. H. Akhmad Mustain, memaparkan bahwa saat ini Kota Palembang menghasilkan sekitar 1.240 ton sampah per hari dari total penduduk sekitar 1,8 juta jiwa. Dengan program bank sampah di setiap kelurahan, diharapkan terjadi pengurangan signifikan dari sumbernya langsung.
“Ketika masyarakat mulai memilah sampah organik dan anorganik, dan menyetorkannya ke bank sampah, maka beban di TPA bisa berkurang. Ini sesuai dengan amanat Undang-Undang untuk menekan 30% timbulan dari sumber,” jelas Mustain.
DLH menargetkan hingga Februari 2026, seluruh kelurahan di Palembang telah memiliki minimal satu bank sampah aktif. Saat ini, 37 unit bank sampah baru telah didirikan sebagai langkah awal.
Taman Edukasi 4R yang juga turut diresmikan dalam acara ini dirancang sebagai ruang belajar lingkungan bagi siswa-siswi sekolah. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, taman ini akan digunakan sebagai sarana edukasi bergilir yang mengajarkan praktik pemilahan sampah, budidaya maggot, hingga pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
“Kami ingin sejak dini, anak-anak kita sudah punya kesadaran tentang pentingnya lingkungan dan tahu bahwa sampah juga punya nilai ekonomi,” tambah Mustain.
Selain penguatan edukasi dan program berbasis masyarakat, DLH juga tengah mempercepat pembangunan infrastruktur pengelolaan akhir. Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026 dengan kapasitas pengolahan 1.000 ton sampah per hari.
Palembang juga menjadi salah satu nominasi penerima hibah TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) dari Kementerian Dalam Negeri yang diharapkan dapat mengolah tambahan 300 ton per hari.
“Jika PLTSA dan TPS3R terwujud, maka total kapasitas pengolahan akhir kita bisa mencapai 1.300 ton per hari. Ini akan sangat mengurangi ketergantungan terhadap TPA,” kata Mustain.
Bahkan, DLH juga merencanakan penambangan kembali lahan TPA Sukawinatan seluas 20 hektare yang berpotensi dialihfungsikan menjadi lahan produktif dengan nilai aset mencapai Rp600 miliar.
Meski demikian, Mustain tidak menampik bahwa tantangan masih ada, terutama dalam hal armada angkut. Dari kebutuhan ideal 225 unit, DLH saat ini hanya memiliki 146 unit aktif, ditambah 3 armada baru.
“Banyak armada yang masih beroperasi dalam kondisi memprihatinkan. Tapi mereka tetap mengangkut, karena tanggung jawab kami kepada masyarakat,” jelasnya.
Untuk mendukung operasional bank sampah, Pemkot juga memberikan bantuan kendaraan roda tiga (bentor) sebagai stimulan agar aktivitas pengangkutan sampah dari warga ke bank sampah tetap berjalan lancar.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Ratu Dewa mengajak seluruh warga Palembang untuk mulai dari langkah kecil dalam menjaga lingkungan.
“Jangan buang sampah sembarangan. Kurangi emisi karbon, bawa tas belanja sendiri, kelola sampah dari rumah. Hal-hal kecil seperti ini bisa berdampak besar untuk masa depan kota kita,” tutupnya.







