Soft Launching Transformasi Sistem Pembayaran dan Laporan Realtime untuk Meningkatkan PAD Sektor Retribusi di Sumsel

Palembang – Insert88.com

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) resmi meluncurkan Soft Launching Transformasi Payment System dan Realtime Report sebagai upaya strategis meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi daerah. Acara ini digelar di Aula Lantai 3 Bank Sumsel Babel, Palembang, pada Senin (16/12/2024).

Hadir dalam acara ini, Anggota DPD RI Perwakilan Sumsel dr. Ratu Tenny Leriva, M.M, Kepala Bapenda Provinsi Sumsel H. Achmad Rizwan, S.STP, MM, jajaran pejabat Bank Sumsel Babel, pejabat Bapenda, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

 

Kepala Bidang Pendapatan Daerah Lain-lain (PDLL) Bapenda Provinsi Sumsel, H. Derga Karenza, S.P, M.M menjelaskan bahwa transformasi ini bertujuan untuk mengurangi transaksi konvensional dalam pengelolaan retribusi dan menggantinya dengan sistem pembayaran digital. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam peningkatan PAD Sumsel.

“Dengan digitalisasi ini, semua pembayaran di sektor retribusi akan dilakukan secara non-tunai. Laporannya langsung terhubung ke Bapenda, BPKAD, Bank Sumsel Babel (BSB), dan OPD terkait, sehingga transaksi menjadi lebih transparan, akuntabel, dan tepat waktu,” ungkap Derga.

Ia menambahkan bahwa saat ini, pelaporan pajak kendaraan bermotor melalui Samsat sudah berbasis digital. Namun, pada sektor retribusi daerah, digitalisasi baru mulai diterapkan pada 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan UU No. 1 Tahun 2022 dan Pergub No. 28 Tahun 2024 yang mulai berlaku sejak 2 Desember 2024.

“Harapan kami, tahun depan semua transaksi retribusi non-tunai dapat berjalan optimal,” imbuhnya.

 

Anggota DPD RI Perwakilan Sumsel, dr. Ratu Tenny Leriva, M.M yang akrab disapa Kak Iva, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, transformasi ke sistem digital sangat relevan di era milenial dan Gen Z yang terbiasa dengan transaksi serba digital.

“Edukasi dan literasi keuangan sangat penting untuk mendukung program ini, khususnya bagi generasi muda. Saya berharap ke depan, sinergi dengan OJK, Bank Indonesia, dan pihak terkait lainnya dapat memperluas cakupan literasi digital,” ujarnya.

Ia juga menyarankan perlunya sosialisasi lebih intensif untuk menjangkau masyarakat di 17 kabupaten/kota. “Program ini harus segera direalisasikan dan optimalisasi penerapannya sangat penting,” tandas Kak Iva.

 

Kepala Bapenda Provinsi Sumsel, H. Achmad Rizwan, S.STP, MM, mengapresiasi peluncuran sistem ini yang dinilai sebagai langkah konkret dalam meningkatkan PAD.

“Saat ini, sektor retribusi sudah mencapai target hingga 104%. Kami optimis digitalisasi ini akan semakin mendorong peningkatan PAD di tahun-tahun mendatang,” katanya.

Achmad juga berharap transformasi ini dapat diterapkan di semua sektor retribusi daerah untuk menciptakan tata kelola keuangan yang lebih efektif dan efisien.

 

Transformasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pengelolaan retribusi daerah dan mendorong inovasi pelayanan publik di Sumsel. Dalam acara ini, berbagai pihak sepakat untuk terus bersinergi dan mendukung penuh digitalisasi keuangan, termasuk melibatkan masukan dari masyarakat dan generasi muda.

Melalui inisiatif ini, Sumatera Selatan berkomitmen untuk menjadi provinsi yang unggul dalam transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.

 

Pos terkait