Wisuda UNSRI ke-181, AHY Tekankan Pembangunan Infrastruktur Harus Berdampak pada Kesejahteraan Rakyat

Palembang – insert88.com, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak para lulusan Universitas Sriwijaya (UNSRI) untuk menghadapi ketidakpastian global dengan sikap optimisme yang realistis. Pesan itu disampaikan AHY saat memberikan orasi motivasi pada Upacara Wisuda ke-181 Universitas Sriwijaya di Auditorium Kampus UNSRI Indralaya, Rabu (11/2/2026).

Pada periode wisuda kali ini, UNSRI meluluskan 1.588 alumni, dengan 718 orang meraih predikat dengan pujian (cumlaude). Prosesi wisuda dibagi dalam dua sesi, yakni 679 wisudawan pada 11 Februari 2026 dan 909 wisudawan pada 12 Februari 2026.

Dalam orasinya, AHY menyoroti tantangan global yang kian kompleks, mulai dari krisis iklim, disrupsi teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI), urbanisasi, kelangkaan sumber daya, hingga ketegangan geopolitik yang berdampak pada perekonomian dunia.

“Geopolitik dan perang kerap terjadi dan ini mengguncang ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Kita harus mawas diri, apakah Indonesia bisa bertahan menghadapi ketidakpastian global? Jawabannya: harus bisa,” kata AHY.

AHY menegaskan, kekuatan utama Indonesia bukan semata sumber daya alam, melainkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dengan bonus demografi yang besar, Indonesia berpeluang menjadi bangsa unggul jika mampu memperkuat human capital melalui pendidikan, integritas, dan karakter.

Sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY menekankan bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi harus berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur bukan hanya beton, baja, dan aspal. Infrastruktur harus meningkatkan kualitas hidup manusia, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan kesejahteraan rakyat. No man, no region, no generation is left behind,” ujarnya.

AHY juga mendorong para lulusan UNSRI untuk berani menghadapi tantangan dan kegagalan sebagai bagian dari proses tumbuh.

“Dunia mungkin tidak stabil, masa depan bisa tidak pasti, tetapi optimisme memberi arah, keberanian, dan kekuatan,” kata AHY menutup orasinya.

 

Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran AHY dalam prosesi wisuda tersebut. Ia menyebut kehadiran Menko Infrastruktur menjadi penyemangat tersendiri bagi para alumni.

Rektor juga mengingatkan para wisudawan agar menjaga nama baik UNSRI, menjunjung tinggi kejujuran, amanah, etika, dan moral di manapun berkiprah.

“Tidak ada pemberian orang tua yang lebih utama selain pendidikan. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan bermanfaat bagi diri sendiri serta masyarakat luas,” ujar Prof. Taufiq.

Pada wisuda kali ini, UNSRI juga memberikan piagam penghargaan kepada mahasiswa berprestasi akademik dan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Tercatat pula empat wisudawan penerima beasiswa dari Bank Indonesia, Bank Central Asia (BCA), Karya Salemba Empat, dan APJS (Pusri) yang berhasil menyelesaikan studinya.

Pos terkait