Insert88.com, Palembang – Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi menindaklanjuti kerja sama strategis dalam penyediaan infrastruktur air bersih. Pertemuan penting yang digelar di Hotel Harper Palembang, Jl. R. Sukamto No.20, 20 Ilir D II, Kec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/10/2025), menandai langkah konkret menuju pembangunan sistem air bersih baru, bukan lanjutan proyek lama.
Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN.Eng., selaku perwakilan Pemkab Banyuasin dan Owner PDAM Tirta Betuah Banyuasin, Direktur Utama PDAM Tirta Betuah Hendra Gunawan, ST., MM., serta Direktur Utama PT Tirta Sriwijaya Maju (TSM), Adib Ubaidillah, SE., MM.
Dalam kesempatan itu, Sekda Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim menegaskan bahwa proyek ini merupakan pembangunan infrastruktur baru yang benar-benar dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap air bersih.
“Banyak masyarakat, terutama di wilayah Kenten dan sekitarnya, sudah bertahun-tahun kesulitan mendapatkan air bersih. Airnya baru mengalir seminggu sekali, padahal jaraknya cuma beberapa meter dari Palembang yang airnya lancar setiap hari,” ujar Erwin tegas.
Ia mengungkapkan, Pemkab Banyuasin sempat berencana menjalin kerja sama dengan PDAM Tirta Musi, namun proyek itu terhenti karena kendala teknis. Kini, kolaborasi bersama PDAM Tirta Betuah dan PT Tirta Sriwijaya Maju menjadi langkah baru yang lebih realistis dan menjanjikan.
“Kami sepakat kerja sama ini segera dijalankan, jangan terlalu lama. Wilayah yang belum dikelola PDAM Tirta Betuah silakan dikerjakan oleh TSM. Sementara yang sudah dikelola, TSM bisa bantu lewat suplai air curah atau peningkatan kapasitas,” jelasnya.
Sementara itu, Dirut PT Tirta Sriwijaya Maju, Adib Ubaidillah, menjelaskan bahwa pertemuan ini fokus membahas dua agenda besar: pembangunan sistem air bersih di Talang Bulu yang akan dimulai tahun depan, serta studi kelayakan proyek besar di Kenten Laut.

“Kita bahas dua hal penting: pembangunan sistem air bersih baru di Talang Bulu dan rencana studi kelayakan untuk proyek di Kenten Laut. Ini murni pembangunan baru, bukan memanfaatkan fasilitas lama,” kata Adib.
Ia menambahkan, proyek ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Gubernur Sumsel dan Bupati Banyuasin yang ditandatangani pada tahun 2023. Menurutnya, keberhasilan proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam menjamin pasokan air bersih bagi masyarakat Banyuasin dan perbatasan Palembang.
“InsyaAllah kalau proyek ini berjalan sesuai rencana, masyarakat Banyuasin bisa menikmati air bersih mengalir 24 jam seperti di Palembang,” tambahnya optimistis.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin menargetkan, daerah-daerah yang selama ini mengalami krisis air bersih seperti Kenten Laut, Talang Betutu, dan kawasan perbatasan Palembang–Banyuasin akan menjadi prioritas utama dalam tahap awal pembangunan.
Sekda Erwin menegaskan, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Banyuasin.
“Kita ingin masyarakat Banyuasin tidak lagi iri dengan Palembang. Cuma beberapa meter jaraknya, tapi jangan lagi beberapa hari baru mengalir airnya. Ini saatnya kita wujudkan Banyuasin yang sejahtera dan merata,” tutupnya.







