Insert88.com, Palembang – Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka pengukuhan empat Guru Besar, Sabtu (7/2/2026). Acara berlangsung di Auditorium PWM Sumatera Selatan, Jalan Jenderal Ahmad Yani, 13 Ulu, Palembang, dan dihadiri unsur pimpinan universitas, akademisi, tokoh masyarakat, serta undangan dari berbagai organisasi.
Adapun empat Guru Besar yang dikukuhkan yakni:
Prof. Dr. Ir. Marhaini, M.T
Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M
Prof. Dr. Ir. Neni Marlina, M.Si
Prof. Dr. Ir. Muhammad Arief Karim, M.Sc
Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi Universitas Muhammadiyah Palembang dalam memperkuat kualitas akademik, riset, dan kontribusi keilmuan bagi masyarakat.

Ketua Umum DPD Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan, M. Yusuf Malaya, turut hadir dalam acara tersebut. Ia mengatakan kehadirannya merupakan bentuk penghormatan sekaligus dukungan terhadap pengembangan dunia pendidikan di Sumatera Selatan.
“Saya hadir karena salah satu Guru Besar yang dikukuhkan hari ini, Prof. Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M, merupakan Dewan Pembina PMPB Sumatera Selatan. Kehadiran kami juga sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mendukung penguatan peran akademisi di tengah masyarakat,” ujar Yusuf.
Menurut Yusuf, PMPB Sumatera Selatan membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk mendorong kemajuan daerah melalui program-program strategis lintas sektor.
“Kami menggandeng akademisi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan dalam program-program organisasi. Ke depan, kami membutuhkan peran para akademisi untuk menyampaikan gagasan dan solusi kepada masyarakat demi kemajuan Sumatera Selatan,” katanya.
Ia menegaskan, PMPB Sumatera Selatan tidak hanya bergerak sebagai organisasi sosial, tetapi juga berperan dalam pengembangan berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, UMKM, ekonomi, budaya, hingga keagamaan.
“Organisasi PMPB bukan sekadar wadah perkumpulan, tetapi menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektor untuk pembangunan masyarakat. Sinergi antara organisasi masyarakat dan akademisi menjadi kunci untuk mempercepat kemajuan daerah,” pungkasnya.







