Palembang – Insert88.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang sukses menyelenggarakan pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang untuk Pilkada 2024. Acara berlangsung di Aula Demokrasi, Lantai 3 Kantor KPU Kota Palembang, dengan disaksikan oleh berbagai pihak, termasuk kandidat dan tim sukses. Senin ( 23/9/24)
Ketua KPU Kota Palembang, Syawaludin, menjelaskan bahwa mekanisme pengundian nomor urut telah disepakati oleh seluruh paslon. Dimulai dengan pengambilan nomor antrean berdasarkan urutan pendaftaran, paslon yang mendaftar lebih awal mendapatkan giliran pertama untuk pengundian.
“Paslon yang mendaftar pada tanggal 27 September mendapat nomor antrean pertama, yang mendaftar tanggal 28 mendapat antrean kedua, dan seterusnya,” ujar Syawaludin.
Selanjutnya, masing-masing wakil calon mengambil bola berisi angka untuk menentukan urutan pemilihan tabung nomor urut. Paslon dengan nomor bola terkecil mendapat kesempatan pertama.
Hasil pengundian tersebut menetapkan pasangan Fitrianti Andriani sebagai nomor urut 1, Ratu Dewa dan Prima Salam di nomor urut 2, serta Yudha Pratama dan Bahar pada nomor urut 3.
Dalam rapat pleno tersebut, KPU Kota Palembang juga menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada 2024 yang mencapai 1.241.196 pemilih.
Syawaludin berharap seluruh warga Palembang menggunakan hak suaranya pada 27 November 2024, sebagai bentuk partisipasi dalam menentukan masa depan kota.
“Kami mengajak seluruh warga Palembang untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing. Jangan golput, mari kita sukseskan Pilkada Kota Palembang demi kemajuan bersama,” ungkap Syawaludin.
Sebagai bagian dari tahapan Pilkada, KPU Kota Palembang juga akan menggelar pertemuan koordinasi dengan pihak kepolisian, Satpol PP, dan Bawaslu pada 25 September 2024 guna membahas persiapan kampanye.
Selain itu, distribusi logistik Pilkada seperti kotak suara, bilik suara, dan perlengkapan lainnya telah dimulai ke 2.272 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palembang.
KPU juga memastikan adanya delapan TPS khusus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Palembang untuk memberikan kesempatan kepada para tahanan menggunakan hak pilih mereka. KPU masih menunggu petunjuk teknis dari KPU Pusat terkait penyelenggaraan beberapa tahapan penting lainnya.
Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, khususnya pemilih pemula dan disabilitas, KPU Palembang aktif melakukan sosialisasi ke berbagai kalangan masyarakat. Berdasarkan data KPU, sekitar 8% dari pemilih adalah pemula yang akan genap berusia 17 tahun pada hari pemilihan.
“Kami terus menyosialisasikan pentingnya Pilkada ini melalui berbagai kanal, baik langsung ke masyarakat di pasar-pasar, pemukiman, hingga sekolah-sekolah. Kami ingin semua warga memahami betapa pentingnya pemilihan ini untuk masa depan Kota Palembang,” jelas Syawaludin.
Selain itu, KPU Palembang terus memonitor kesiapan setiap aspek penyelenggaraan Pilkada agar proses pemilihan berjalan dengan lancar dan adil.
Pilkada 2024 diharapkan menjadi momen penting bagi warga Kota Palembang untuk memilih pemimpin yang akan membawa perubahan dan pembangunan berkelanjutan di kota tercinta.







