Perkuat Sinergi, Tirta Musi Gelar Silaturahmi Bersama Awak Media

Insert88.com, Palembang — Komitmen transparansi menjadi sorotan utama dalam pertemuan antara Direktur Utama Perumda Tirta Musi, Ir. Teddy Andrian, ST., IPM, Asean Eng dengan awak media di Gedung Graha Tirta Musi, Kantor Pusat Perumda Tirta Musi, Jumat (10/4/2026).

 

Pertemuan yang semula dikemas sebagai ajang silaturahmi itu justru berkembang menjadi forum terbuka untuk mengupas berbagai persoalan klasik penyediaan air bersih di Kota Palembang. Mulai dari jaringan pipa yang telah menua hingga gangguan kelistrikan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik, semuanya dibahas secara gamblang.

 

Di hadapan jurnalis, Teddy Andrian mengakui bahwa infrastruktur lama masih menjadi penyebab utama terganggunya distribusi air. Kebocoran pipa, seperti yang terjadi di kawasan Jalan Sudirman, disebut sebagai konsekuensi dari usia jaringan yang sudah tidak muda lagi.

 

“Sebagian sudah kami perbaiki, tetapi ada yang kembali bocor. Ini memang kondisi riil di lapangan yang terus kami tangani,” ujarnya.

 

Tak hanya persoalan teknis jaringan, gangguan distribusi air juga kerap dipicu oleh faktor non-teknis, terutama kelistrikan di instalasi booster. Ironisnya, dalam beberapa kasus, pasokan listrik di rumah warga tetap normal, namun fasilitas distribusi air justru mengalami pemadaman.

 

“Akibatnya suplai air ikut terganggu, meskipun listrik di permukiman tidak ada masalah,” jelas Teddy.

 

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Perumda Tirta Musi tetap memasang target ambisius, yakni mencapai cakupan layanan 100 persen. Saat ini, layanan air bersih baru menjangkau sekitar 85 persen warga Palembang, sehingga masih ada belasan persen masyarakat yang belum terlayani.

 

Target ini menjadi bagian dari perjanjian kinerja dengan Wali Kota, terutama dalam 100 hari kerja awal. Namun, untuk merealisasikannya, dibutuhkan investasi besar yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

 

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kerja sama dengan pihak ketiga menjadi langkah realistis untuk mempercepat pencapaian target,” tegasnya.

 

Selain perluasan layanan, kualitas distribusi juga menjadi perhatian serius. Teddy mengakui masih ada wilayah yang hanya mendapatkan aliran air sekitar empat jam per hari. Kondisi ini dinilai belum ideal dan harus segera diperbaiki.

 

Ia menekankan bahwa penambahan pelanggan baru tidak boleh mengorbankan kualitas layanan bagi pelanggan lama.

 

“Jangan sampai pelanggan bertambah, tetapi kualitas menurun. Target kami jelas, air harus mengalir 24 jam,” katanya.

 

Di sisi lain, persoalan klasik lain turut mencuat, yakni rendahnya tingkat kepatuhan pelanggan dalam membayar tagihan air. Hal ini dinilai berdampak langsung terhadap kemampuan operasional perusahaan.

 

Dengan sekitar 320 ribu sambungan pelanggan yang melayani lebih dari 1,5 juta jiwa, potensi pendapatan sebenarnya cukup besar. Namun, jika tingkat penagihan tidak optimal, upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpotensi terhambat.

 

“Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk media, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” ujar Teddy.

 

Pertemuan ini sekaligus menandai perubahan pendekatan Perumda Tirta Musi terhadap media. Tidak hanya sebagai peliput, media kini diposisikan sebagai mitra strategis dalam menyampaikan kondisi riil kepada publik.

 

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi mulai dari infrastruktur tua, gangguan teknis, hingga disiplin pelanggan langkah transparansi ini menjadi fondasi awal untuk membangun kepercayaan masyarakat.

 

Ke depan, publik akan menanti realisasi dari komitmen tersebut, terutama terkait target layanan 24 jam dan cakupan 100 persen yang dijanjikan.

Pos terkait