INSERT88.COM – Palembang – Keluarga Besar Wasito bin Wiryak Suminto (Walitok) menggelar acara pembacaan Yasin bersama di kediaman almarhum di Jalan Selamet Riyadi lr. Manggar 1 Boom Baru, Palembang. Minggu (01/09/2024).
Acara ini diadakan untuk Memperingati 40 hari wafatnya beliau dan menjadi momen untuk menjalin silaturahmi serta memanjatkan doa bersama bagi Almarhum.
Wasito, yang meninggal dunia pada 23 Juli 2024 Pukul 17.46 wib, akibat komplikasi diabetes, dikenal sebagai sosok yang sangat dihormati dan dicintai di lingkungannya. Selama hidupnya, Beliau tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai Juru Kunci Makam Pangeran Syarif Ali Bin Syeikh Abu Bakar dengan penuh tanggung jawab, tetapi juga dikenal sebagai spiritual yang gemar menolong sesama.
Acara peringatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk Ketua RT 10 Bukit Lama, Sofiyan; Ketua RT 11 Kelurahan Lawang Kidul, Pakde Aan; dan Ketua RT 17 Kelurahan Lawang Kidul, Rustam Efendi. Kehadiran mereka menegaskan betapa besar rasa kehilangan dan penghargaan terhadap sosok Wasito (Walitok).
Ketua RT 17 Kelurahan Lawang Kidul Rustam Efendi mengungkapkan dalam wawancara dengan media, “Kehilangan Wasito adalah duka mendalam bagi kami. Beliau selalu memberikan solusi dan nasihat bijaksana. Kami berkumpul hari ini untuk mendoakan agar beliau diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.” Tegas Rustam.
Sementara itu Ketua RT 11 Kelurahan Lawang Kidul Aan menambahkan, “Beliau adalah pribadi yang sangat bergaul dan tidak pernah memberatkan orang yang membutuhkan bantuannya. Walitok adalah sosok yang selalu siap membantu dan menghibur dalam setiap musibah.” ungkap Aan.
Khuncen Makam Muhammad Rizki, anak almarhum, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua undangan. “Kami sangat bersyukur atas kehadiran semua yang telah menyempatkan waktu untuk mendoakan bapak. Bapak adalah sosok yang sangat berharga bagi kami. Semoga doa yang kita panjatkan hari ini bisa membantu beliau mendapatkan ketenangan di sisi-Nya,” ujar Rizki dengan penuh haru.
Peringatan 40 hari wafatnya Wasito tidak hanya merupakan sebuah acara, tetapi juga sebuah kesempatan untuk memperkuat tali persaudaraan dan solidaritas antara keluarga dan masyarakat.
Pembacaan Yasin bersama dan doa yang dilakukan pada acara tersebut menunjukkan betapa mendalamnya rasa hormat dan dukungan terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Acara ini menjadi momen yang menyentuh hati, menggambarkan betapa besar dampak positif dari seorang individu dalam komunitasnya.
Sosok Wasito akan selalu dikenang sebagai pribadi yang penuh kasih dan dedikasi, dan jasa-jasanya akan terus hidup dalam kenangan dan doa setiap orang yang pernah merasakannya. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa kebaikan dan dedikasi yang tulus akan selalu dikenang dan dihargai, bahkan setelah seseorang berpulang.







