Pemkot Palembang Pertimbangkan Pendidikan Militer bagi Pelajar Tawuran, DPRD Beri Dukungan Penuh

insert88.com, Palembang – Pemerintah Kota Palembang menunjukkan komitmen serius dalam menangani maraknya kenakalan remaja, khususnya aksi tawuran pelajar, yang belakangan ini semakin meresahkan masyarakat.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengungkapkan rencana strategis dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian, hingga Komnas HAM, untuk mengkaji wacana pembinaan pelajar bermasalah melalui pendidikan semi-militer di barak militer.

“Kami tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Anak-anak yang terlibat tawuran perlu mendapatkan pembinaan yang tegas namun tetap mengedepankan aspek kemanusiaan. Oleh karena itu, kami akan menggandeng TNI, Polri, dan Komnas HAM agar pelaksanaannya terukur dan tidak melanggar hak anak,” ujar Ratu Dewa dalam keterangan persnya.

Gagasan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif. Anggota DPRD Kota Palembang, Aris Alkuasar, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Menurutnya, pendidikan dengan pendekatan disiplin ala militer dapat menjadi solusi yang efektif dalam membentuk karakter positif pada remaja yang bermasalah.

“Secara pribadi saya sangat mendukung langkah ini. Anak-anak yang terbiasa melakukan tawuran butuh pembinaan yang lebih tegas. Pendidikan di barak militer bisa membuat mereka lebih disiplin dan memiliki arah hidup yang lebih baik,” ujar Aris Alkuasar pada Jumat (9/5/2025).

Ia juga menyoroti keberhasilan Provinsi Jawa Barat yang telah lebih dahulu menerapkan program serupa. “Di Jawa Barat sudah dilakukan, dan hasilnya cukup positif. Anak-anak yang sebelumnya terlibat tawuran menunjukkan perubahan perilaku setelah menjalani pendidikan di barak militer,” tambahnya.

Wacana ini masih dalam tahap pembahasan dan kajian lebih lanjut. Pemerintah Kota Palembang menegaskan bahwa pendekatan yang akan diambil tetap mengedepankan aspek pembinaan dan perlindungan hak anak. Jika disetujui dan dijalankan, program ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menekan angka tawuran pelajar di Palembang.

Pos terkait