Majelis Senat Akademik PTN-BH Seluruh Indonesia Bahas Akselerasi Mutu Perguruan Tinggi, UNSRI Jadi Tuan Rumah

Insert88.com, PALEMBANG — Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) kembali menggelar Rapat Paripurna di Hotel Aryaduta Palembang Square, Jl. POM IX, Lorok Pakjo, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Jum’at (14-11-2025).

Pertemuan strategis yang dihadiri oleh 24 PTN-BH se-Indonesia ini membahas penguatan mutu akademik melalui akreditasi nasional dan internasional, serta pemilihan pengurus baru Majelis Senat Akademik PTN-BH.

Universitas Sriwijaya (UNSRI) dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan tersebut. Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa senat akademik memiliki peran sentral dalam merumuskan arah akademik perguruan tinggi, terutama dalam konteks PTN-BH yang menuntut kualitas dan tata kelola yang semakin profesional.

Dalam keterangannya, Prof. Taufiq Marwa menjelaskan bahwa forum senat akademik ini membahas aspek-aspek akademik yang menjadi tugas pokok PTN-BH, termasuk penjaminan mutu dan akreditasi.

“Yang dibahas hari ini adalah akselerasi kualitas perguruan tinggi berbadan hukum melalui akreditasi unggul. Akreditasi menjadi salah satu bentuk penjaminan mutu eksternal yang sangat penting. Harapannya, PTN-BH semakin berkualitas dari sisi akademik dengan langkah-langkah dan aturan yang akan dirumuskan hari ini,” jelasnya.

Selain membahas penguatan mutu, forum ini juga bertepatan dengan berakhirnya masa tugas pengurus Majelis Senat Akademik PTN-BH. Pada pukul 13.00 WIB, para anggota dijadwalkan memilih wakil ketua baru. Ketua Majelis saat ini berasal dari Universitas Andalas.

Ketua Majelis Senat Akademik PTN-BH, Prof. Dr. Yoni Fuadah Syukriani, dr., Sp.FM.Subsp.SBM., menambahkan bahwa pertemuan rutin yang digelar empat kali setahun ini fokus pada peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui akreditasi.

“Topik kali ini adalah bagaimana mengakselerasi mutu PTN-BH melalui akreditasi nasional dan internasional. Akreditasi penting untuk menyatakan komitmen perguruan tinggi kepada masyarakat bahwa pendidikan yang diselenggarakan bermutu dan diakui, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa akreditasi yang kuat akan berdampak langsung pada:

Kualitas lulusan yang diakui secara global,

Peningkatan reputasi PTN-BH,

Kemudahan kerja sama internasional,

Minat mahasiswa asing,

Kesetaraan posisi PTN-BH dengan universitas terkemuka dunia.

Selain itu, Majelis Senat Akademik juga menjadi wadah penting dalam memberikan masukan kebijakan kepada pemerintah, terutama terkait regulasi akreditasi. Prof. Yoni mengungkapkan bahwa mereka turut mengusulkan revisi kebijakan dari Permendikbud No. 53 Tahun 2023 yang kemudian melahirkan Permendikti No. 39 Tahun 2025.

Pertemuan ini tidak hanya fokus pada advokasi kebijakan, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh PTN-BH.

“Kami ingin memastikan bahwa proses akreditasi tidak hanya menjadi rutinitas administratif. Yang terpenting adalah bagaimana akreditasi benar-benar mendorong budaya mutu di perguruan tinggi,” ujar Prof. Yoni.

Ia menegaskan bahwa senat akademik PTN-BH memiliki posisi strategis dalam memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi berjalan sesuai standar mutu dan relevan dengan perkembangan global.

Pos terkait