BNNP Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkotika 8,6 Kilogram, Ungkap Jaringan Besar di Betung

INSERT88.COM – Palembang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan kembali mencetak prestasi besar dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayahnya.

BNNP Sumsel melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika sebanyak 8,6 kilogram di Kantor BNNP Sumsel, Jalan Gubernur H.A Bastari, Kompleks OPI, Jakabaring. Pada Selasa (24/9/24), Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengungkapan kasus besar oleh tim BNNP Sumsel pada akhir Agustus 2024.

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol. Tri Julianto Djatiutomo, S.I.K., M.M., dalam keterangan resminya, mengungkapkan keberhasilan ini bermula dari informasi yang diterima pada tanggal 27 Agustus 2024 tentang adanya pengiriman narkotika menuju wilayah Betung, Kabupaten Banyuasin. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh tim BNNP dengan melakukan penyelidikan intensif.

Setelah melakukan pengintaian dan pembuntutan, tim BNNP berhasil menghentikan sebuah kendaraan Daihatsu Calya berwarna oranye dengan nomor polisi A 1710 YF di Jalan Palembang-Jambi, tepatnya di kawasan Sungai Lilin.

Dari kendaraan tersebut, tim menemukan sembilan bungkus narkotika yang terdiri dari delapan bungkus besar dan satu bungkus kecil. Setelah ditimbang, total barang bukti yang berhasil disita mencapai hampir 8,6 kilogram.

“Pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya kami dalam memutus mata rantai peredaran narkotika yang dikendalikan oleh jaringan besar di wilayah Betung, Banyuasin, dan sekitarnya. Jaringan ini sudah lama menjadi target operasi kami,” jelas Brigjen Pol. Tri Julianto.

Namun, dalam pengungkapan ini, tersangka utama berinisial “AW” yang bertanggung jawab atas pengiriman narkotika berhasil melarikan diri saat akan ditangkap. Saat ini, AW telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan menjadi buronan utama BNN. Brigjen Tri menyatakan bahwa BNNP Sumsel terus melakukan pencarian terhadap AW dengan bekerja sama dengan BNN pusat serta pihak kepolisian di berbagai wilayah.

“Kami berkomitmen untuk menangkap AW sesegera mungkin. Upaya pencarian terus dilakukan dan kami optimis bahwa tersangka akan segera tertangkap. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat Sumatera Selatan,” tegas Brigjen Pol. Tri.

Brigjen Tri Julianto menekankan bahwa kejahatan narkotika merupakan ancaman serius yang harus ditangani secara luar biasa. Ia mengajak seluruh elemen, baik dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat untuk bersinergi dalam memerangi peredaran narkoba yang kian marak di Sumatera Selatan.

“Narkotika adalah musuh bersama. Kita tidak boleh lengah, terutama di wilayah Sumatera Selatan yang sangat rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Semua pihak harus terlibat secara aktif dan serius dalam penanggulangan masalah ini,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Brigjen Pol. Tri juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan terkait narkoba.

BNNP Sumsel juga memberikan akses bagi pengguna narkotika yang ingin menjalani rehabilitasi dengan itikad baik. Menurut Brigjen Tri, pengguna narkotika yang secara sukarela melapor ke BNNP tidak akan diproses hukum, melainkan diarahkan untuk menjalani rehabilitasi.

“Kami menyediakan layanan rehabilitasi rawat jalan gratis di kantor BNNP Sumsel, sementara untuk rawat inap, kami akan mengarahkan ke balai rehabilitasi yang tersedia. Masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas ini tanpa takut dijerat hukum,” jelasnya.

Dalam pemusnahan barang bukti yang dilaksanakan hari ini, BNNP Sumsel memastikan bahwa narkotika tersebut tidak lagi bisa disalahgunakan. Brigjen Tri juga menggarisbawahi bahwa pengungkapan ini telah memutus salah satu jaringan besar peredaran narkoba yang beroperasi di wilayah Betung hingga Kota Palembang.

Keberhasilan ini menambah panjang daftar prestasi BNNP Sumsel dalam upaya pemberantasan narkotika di Sumatera Selatan. Masyarakat diharapkan terus mendukung upaya BNN dan aktif berpartisipasi dalam memerangi penyalahgunaan narkotika yang mengancam generasi muda.

“Kami akan terus melakukan operasi penindakan terhadap jaringan narkotika lainnya dan memastikan Sumatera Selatan bersih dari barang haram ini. Peran serta masyarakat sangat penting dalam keberhasilan upaya ini,” pungkas Brigjen Tri.

Dengan keberhasilan ini, BNNP Sumsel berharap dapat menciptakan wilayah yang lebih aman dan bebas dari ancaman narkotika.

Pos terkait