PALEMBANG — Kejuaraan Bulutangkis PB Kalam Open 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 4 hingga 6 Oktober 2026. Ajang yang mengusung tema “Menjunjung Tinggi Sportivitas untuk Mempererat Solidaritas” tersebut ditutup di GOR Badminton Drs. Warsito, SH, Komplek Pakri, Jalan Jenderal Bambang Utoyo, Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Selasa (6/10/2026).
Kejuaraan ini diikuti sekitar 90 peserta yang mayoritas berasal dari Kota Palembang. Namun, tingginya antusiasme pecinta bulutangkis membuat peserta tidak hanya datang dari Palembang, tetapi juga dari sejumlah daerah di Sumatera Selatan, di antaranya Kabupaten Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), dan Banyuasin.
Ketua Pelaksana PB Kalam Open 2026, Yayan Iyan, mengatakan pertandingan tersebut menggunakan sistem gugur langsung dan mempertemukan para pemain dari berbagai klub. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi wadah bagi pecinta bulutangkis untuk berkompetisi sekaligus memperluas hubungan antarklub.
“Pesertanya sekitar 90 orang. Awalnya memang khusus pecinta bulutangkis yang ada di Kota Palembang, tetapi ternyata antusiasmenya cukup besar. Ada juga peserta dari Muara Enim, OKU Selatan dan Banyuasin,” ujar Yayan.
Ia menegaskan, PB Kalam Open 2026 bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi di antara komunitas dan klub bulutangkis, sekaligus memperkenalkan keberadaan PB Kalam kepada masyarakat pecinta olahraga tepok bulu di Palembang.
“Tujuan utamanya silaturahmi. Selain itu, kami ingin mengenalkan PB Kalam khususnya kepada para pecinta bulutangkis di Kota Palembang. Intinya untuk mempererat silaturahmi,” katanya.
Dalam kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp9 juta untuk para pemenang. Yayan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan kategori pertandingan yang lebih beragam.
Menurutnya, PB Kalam yang telah berdiri sekitar enam tahun ke depan berupaya menghadirkan kompetisi yang lebih luas, termasuk kemungkinan membuka kategori veteran. Ia juga berharap kegiatan mendatang dapat memperoleh dukungan lebih besar dari berbagai pihak, termasuk pemerintah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Ke depan mudah-mudahan ada kategori veteran dan kegiatan lainnya. Kami juga berharap ada dukungan dari pengurus serta Dispora sehingga kejuaraan seperti ini bisa terus berkembang,” pungkas Yayan.







