PALEMBANG – insert88.com Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Selatan Tahun 2026 digelar di Ruangan Jabal Rahma, Asrama Haji Palembang, Jalan Letjen Harun Sohar, Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sabtu (26/9/2026).
Musprov IPSI Sumsel 2026 mengusung tema “Melalui MusProv Kita Wujudkan IPSI Sumsel Berprestasi, Berbudaya dan Berkarakter”. Forum tersebut menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus menentukan arah program IPSI Sumsel untuk periode berikutnya.
Kegiatan dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar IPSI Prof. Dr. Ir. Dwi Sucipto, M.M., Ketua Umum IPSI Sumsel H. Edi Santana Putra, M.T., perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Heru Arlando, S.Pd., M.M. selaku Kabid PPO Dispora Sumsel, Ketua Umum IPSI Kota Palembang Anton Nurdin, Ketua Umum KONI Sumsel H. Tubagus Sulaiman, S.H., M.H, unsur Forkopimda serta para ketua dan pengurus IPSI kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Ketua Umum IPSI Sumsel H. Edi Santana Putra mengatakan Musprov merupakan forum tertinggi organisasi dalam menentukan arah kebijakan dan program kerja IPSI Sumsel ke depan.
Menurut Edi, pembahasan dalam Musprov tidak semata-mata diarahkan pada persoalan pergantian ketua, tetapi harus lebih fokus terhadap program yang mampu meningkatkan prestasi atlet dan mengembangkan organisasi.
“Jangan konsentrasi mau cari siapa ketua. Justru bicarakan program ke depan, bagaimana prestasinya, baru siapa yang bisa membawa program itu untuk kepengurusan,” ujar Edi.
Ia berharap Musprov dapat menghasilkan kepengurusan yang mampu menjalankan program secara lebih aktif serta membawa atlet-atlet pencak silat Sumatera Selatan meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Edi juga menegaskan bahwa pencak silat memiliki peluang besar untuk terus berkembang hingga menuju panggung Olimpiade. Karena itu, kesinambungan program dan penguatan pembinaan atlet menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan kepengurusan berikutnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB IPSI Prof. Dr. Ir. Dwi Sucipto, M.M. mengungkapkan terdapat tiga agenda besar yang menjadi arah pengembangan pencak silat pada periode mendatang.
Pertama, mendorong pencak silat go international dan menuju Olimpiade. Kedua, mendorong pencak silat menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah. Ketiga, menjadikan pencak silat sebagai salah satu bagian yang dapat mendukung sektor pariwisata di berbagai daerah.
“Tiga visi itu bagaimana pencak silat go to Olympic, kemudian menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, dan pencak silat mendukung pariwisata di berbagai daerah di Indonesia,” kata Dwi Sucipto.
Menurutnya, pelaksanaan tiga agenda tersebut membutuhkan program yang konkret, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pengembangan pencak silat juga dinilai membuka peluang bagi generasi muda untuk berkiprah sebagai atlet, pelatih, guru maupun tenaga pendukung pengembangan pencak silat di dalam dan luar negeri.
Dwi Sucipto menyebut perkembangan pencak silat di sejumlah negara juga menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Karena itu, pembinaan dan peningkatan kualitas atlet serta pelatih perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam Musprov IPSI Sumsel 2026, proses penjaringan calon ketua juga menjadi bagian penting dari agenda organisasi. Dwi menyebut hingga proses tersebut berlangsung terdapat satu bakal calon yang telah memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.
Ia mengatakan calon tunggal tersebut memiliki pengalaman panjang dalam dunia pencak silat sejak era 1980-an dan pernah berkecimpung dalam pelatihan tingkat nasional.
“Calon tunggal ini sudah berpengalaman sejak tahun 1980-an, berkecimpung dalam pencak silat dan pelatihan nasional. Artinya, sudah sesuai dengan kriteria” jelasnya.
Meski demikian, “Dwi menegaskan hasil akhir Musprov tetap menunggu proses persidangan dan keputusan peserta Musprov. Ia berharap kepengurusan yang terpilih nantinya mampu melanjutkan program yang telah berjalan serta segera menjalankan agenda baru IPSI tanpa harus memulai kembali dari awal,”tutupnya.







