Insert88.com, Palembang – Pelantikan pengurus Organisasi Olahraga Domino (ORADO) Sumatera Selatan periode 2026–2030 yang dirangkaikan dengan pembukaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) I Federasi Domino Sumsel di Jakabaring Sport Center (JSC), Sabtu (18/4/2026), menjadi penanda serius bahwa domino tak lagi hanya dipandang sebagai permainan meja, tetapi mulai diarahkan menjadi olahraga prestasi yang terorganisasi.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan untuk mengirimkan atlet terbaik mereka dalam perebutan tiket menuju Kejuaraan Nasional Domino di Bogor pada 25–26 April 2026.
Salah satu kontingen yang mencuri perhatian datang dari Kota Palembang. Pengurus Cabang ORADO Kota Palembang datang dengan target tinggi setelah menyiapkan skuad yang dinilai matang di dua kategori sekaligus, yakni senior dan junior.
Sekretaris Jenderal Pengcab ORADO Kota Palembang, Johanes Firano, mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan sejak jauh hari agar atlet yang diturunkan benar-benar siap bersaing di level provinsi.
Menurut Johanes, ORADO Kota Palembang mengirimkan kekuatan penuh dengan komposisi atlet yang sudah disusun secara terukur.
“Alhamdulillah hari ini ORADO Kota Palembang sudah menyiapkan atlet kategori senior yang terdiri dari dua pemain inti, satu cadangan, satu manajer, dan satu pelatih. Untuk kategori junior juga kami siapkan dua pemain inti dan satu cadangan. Jadi seluruh kontingen yang kami bawa berjumlah 10 orang,” ujar Johanes.
Ia menegaskan, keikutsertaan Palembang dalam Kejurprov bukan sekadar meramaikan kompetisi, melainkan membawa ambisi besar untuk mendominasi pertandingan dan mengamankan tiket ke tingkat nasional.
Kepercayaan diri itu bukan tanpa alasan. Johanes menyebut tim senior Palembang memiliki rekam jejak yang cukup baik dalam berbagai pertandingan tingkat kota sehingga menjadi modal penting menghadapi persaingan antardaerah.
“Tim senior kami selama ini konsisten meraih juara di tingkat Kota Palembang. Itu yang menjadi dasar keyakinan kami untuk mengirimkan atlet terbaik ke Kejurprov ini,” katanya.
Johanes berharap bukan hanya tim senior, tetapi juga tim junior Palembang mampu tampil maksimal agar dua kategori sekaligus bisa melaju mewakili Sumsel pada Kejurnas.
“Target kami jelas, baik junior maupun senior bisa menjadi juara. Kalau dua kategori ini bisa menang, maka Palembang punya kontribusi besar untuk membawa nama Sumsel di tingkat nasional,” tegasnya.
Namun di balik optimisme itu, Johanes mengakui pembinaan olahraga domino di Palembang masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam membangun sistem kaderisasi yang berkelanjutan.
Saat ini, ORADO Kota Palembang mulai mempersiapkan pembentukan klub-klub domino di tingkat kecamatan sebagai basis pembinaan atlet.
Berbeda dengan cabang olahraga lain yang memiliki struktur pembinaan wilayah, ORADO Palembang memilih sistem klub sebagai fondasi pencarian talenta.
“Kami belum memiliki koordinator di setiap kecamatan, jadi pembinaan dilakukan melalui klub. Dari klub-klub itulah nanti kami seleksi pemain terbaik untuk dibina menjadi atlet profesional,” jelasnya.
Menurutnya, jumlah komunitas domino di Palembang sebenarnya cukup besar, namun belum semuanya dapat dikategorikan sebagai klub resmi karena masih terkendala administrasi organisasi.
Untuk menjadi klub resmi di bawah ORADO, setiap komunitas wajib memenuhi persyaratan seperti legalitas organisasi, struktur kepengurusan, hingga dokumen notaris.
“Peminat domino di Palembang sangat banyak. Yang menjadi tantangan sekarang adalah bagaimana komunitas yang ada bisa ditata menjadi klub resmi agar pembinaan berjalan lebih terarah,” ujarnya.
Johanes juga menyoroti minimnya regenerasi atlet usia muda. Saat ini, mayoritas pecinta domino di Palembang masih didominasi kalangan dewasa, sementara jumlah pemain di kategori junior masih sangat terbatas.
Padahal, menurut dia, masa depan olahraga domino sangat ditentukan dari keberhasilan mencetak atlet sejak usia muda.
“Kategori junior itu usia 14 sampai 18 tahun. Saat ini mayoritas pemain masih di kelas senior. Karena itu kami berharap ke depan bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaring bibit muda sejak dini,” katanya.
Ia menilai dukungan pemerintah daerah akan sangat menentukan perkembangan domino sebagai olahraga prestasi, terutama dalam penyediaan ruang kompetisi dan pembinaan berjenjang.
Johanes optimistis jika pembinaan dilakukan secara serius, olahraga domino bukan hanya mampu berkembang di tingkat daerah, tetapi juga berpeluang mengharumkan nama Indonesia di level internasional.
“Harapan kami domino tidak berhenti di tingkat daerah saja. Ke depan kami ingin olahraga ini berkembang dan melahirkan prestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional,” tutup Johanes.







