Insert88.com, Palembang — Aroma gurih rempah dari lapak Martabak Kari Neni di kawasan Pasar Lemabang, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, selalu mengundang antrean pembeli setiap Ramadan. Usaha kuliner musiman ini hanya buka selama bulan puasa dan menjadi salah satu buruan warga untuk menu berbuka.
Pemilik lapak, Neni, mengatakan produksi martabak kari meningkat signifikan selama Ramadan, terutama mendekati Lebaran. Dalam kondisi normal awal puasa, ia menggunakan sekitar 5 hingga 7 kilogram tepung terigu per hari.
“Kalau awal puasa biasanya 5 sampai 7 kilo terigu. Tapi kalau sudah dekat Lebaran bisa sampai 10 sampai 15 kilo per hari karena ramai sekali,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (22/2/2026).


Menurut Neni, dari 5 kilogram terigu bisa menghasilkan sekitar 130 potong martabak kari. Ia menegaskan seluruh bahan diolah setiap hari tanpa menyimpan sisa agar tetap segar.
“Kita buat setiap hari, tidak nimbun bahan. Jadi semuanya fresh,” katanya.
Tak hanya martabak, kuah kari menjadi kunci cita rasa yang dicari pelanggan. Pada awal Ramadan, Neni menghabiskan sekitar 10 kilogram kentang untuk kuah. Namun menjelang Lebaran, kebutuhan meningkat hingga dua kali lipat bahkan lebih.
“Awal puasa kentang sekitar 10 kilo, kalau mau Lebaran bisa sampai 20 kilo, bahkan nambah lagi. Kuahnya bisa sampai beberapa termos karena banyak yang makan di pasar,” jelasnya.
Untuk harga, martabak kari dibanderol Rp14 ribu per porsi dengan isian dua telur ayam. Pelanggan juga bisa memesan tambahan telur sesuai selera dengan harga menyesuaikan. Selain itu tersedia menu spesial menggunakan daging cincang kornet dengan harga mulai Rp20 ribu.
Neni mengungkapkan, resep kuah kari yang ia buat mengandalkan racikan bumbu dan ketelatenan dalam memasak.
“Resepnya harus pakai hati dan cinta. Insyaallah kalau masak pakai hati rasanya enak,” ucapnya.
Ia juga menyebutkan selama Ramadan tidak menyediakan martabak sayur karena prosesnya lebih rumit, sehingga fokus pada menu andalan martabak kari.
Lapak biasanya mulai beroperasi selepas salat Zuhur sekitar pukul 13.00 WIB. Namun puncak keramaian terjadi setelah salat Asar hingga menjelang waktu berbuka puasa, saat warga berburu takjil di pasar.
“Kalau siang masih sepi karena panas, ramai itu habis Asar sampai mau buka, biasanya antre,”tutupnya.







