Insert88.com, Palembang — Program kemitraan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pembiayaan tanpa bunga terus menjadi salah satu strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di Palembang, skema ini diterapkan melalui kerja sama dengan pelaku usaha bangsal batu bata yang telah berjalan sejak 2013.
Kepala Bidang Perekonomian UMKM, Hj. Yuli Heriyati, S.E., mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan saat ini adalah perpanjangan kontrak kerja sama dengan mitra UMKM bangsal batu bata yang berada di lingkungan perumahan.
“Jadi hari ini kami memperpanjang kontrak kemitraan dengan UMKM bangsal batu bata. Di perumahan kami ada kelompok usaha, khususnya bangsal batu bata yang memproduksi dan menjual sendiri hasil produksinya,” ujar Yuli saat diwawancarai melalui telp WhatsApp, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, hingga saat ini terdapat sekitar 10 bangsal batu bata yang telah dibina melalui program tersebut. Bentuk pembinaan dilakukan dengan pemberian modal usaha tanpa bunga kepada pemilik bangsal.
“Modal yang kami berikan memang tidak besar, misalnya Rp 5 juta per orang. Namun, mereka tetap menjual hasil produksi batu bata kepada kami dengan harga pasar, tanpa ada penurunan harga. Pinjaman modal juga tidak dikenakan bunga,” jelasnya.


Yuli menegaskan, skema ini memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Bagi pelaku UMKM, mereka tidak lagi kesulitan mencari pinjaman modal atau memikirkan ke mana harus menjual hasil produksi. Sementara bagi pihak PMPB, program ini memudahkan akses pasokan batu bata untuk kebutuhan pembangunan.
“Kami punya banyak relasi developer yang membutuhkan batu bata. Dengan program ini, kami tidak lagi kesulitan mencari pasokan ketika stok kosong. Mitra UMKM juga memiliki kepastian pasar,” katanya.
Program ini, lanjut Yuli, sejak awal tidak menetapkan syarat yang rumit. Sebagian besar mitra merupakan warga sekitar, termasuk pelaku usaha yang memiliki keterbatasan ekonomi, seperti janda, penyewa bangsal, hingga masyarakat yang sebelumnya terpaksa meminjam uang dengan bunga tinggi.
“Banyak di antara mereka yang sebelumnya meminjam uang berbunga. Kami hanya bisa membantu dengan cara seperti ini, memberikan modal tanpa bunga agar mereka tidak terjerat pinjaman yang memberatkan,” ujarnya.
Ke depan, program kemitraan ini direncanakan akan dibuka untuk masyarakat umum dan diluncurkan secara resmi sebagai salah satu program PMPB.
“Nanti akan ada launching program pinjaman tanpa bunga. Ini bukan hanya untuk usaha batu bata, tetapi juga untuk UMKM lainnya. Batu bata hanya salah satu contoh,” tambahnya.
Selain bangsal batu bata, Yuli juga menyebutkan bahwa pihaknya memiliki binaan UMKM di sektor lain, seperti budidaya ikan lele. Namun, saat ini fokus pembinaan masih diarahkan pada usaha batu bata.
Ia berharap program tersebut dapat mencegah pelaku usaha kecil terjerat pinjaman berbunga yang berpotensi mematikan usaha mereka.
“Jangan sampai orang yang ingin berusaha, karena keterbatasan modal, salah tempat meminjam uang. Bukannya berkembang, justru gulung tikar. Dengan program ini, kami ingin memastikan mereka punya akses modal yang aman dan kepastian pasar,” pungkasnya.







