Insert88.com, Palembang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) I Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Provinsi Sumatera Selatan Periode 2025-2030 resmi dilantik dan dikukuhkan dalam sebuah prosesi adat dan budaya yang berlangsung khidmat di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik No. 12A, Sabtu (20/12/2025).
Pelantikan ini menjadi momentum penting konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen TTKKBI dalam melestarikan seni budaya Banten, khususnya pencak silat Cimande, di Bumi Sriwijaya.

Dalam pelantikan tersebut, Asep Rozak, S.Ag resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPW I TTKKBI Sumsel. Ia didampingi Ibnu Hajar, S.Sos.I, MT sebagai Sekretaris Jenderal dan Erwin Sudirman sebagai Bendahara. Selain itu, turut dikukuhkan jajaran DPW II dari sejumlah daerah, antara lain Mardian sebagai Ketua DPW II Kota Palembang, Paing sebagai Ketua DPW II Kabupaten Banyuasin, serta I Wayang Linggih dari Kabupaten PALI.
Prosesi pengukuhan juga dihadiri Wakil Ketua Umum DPP TTKKBI Pusat, TB Ajat Sudrajat, yang secara langsung memberikan arahan dan pesan organisasi kepada para pengurus yang baru dilantik.
Dalam keterangannya kepada wartawan, TB Ajat Sudrajat menegaskan bahwa kehadiran DPW I TTKKBI Sumsel diharapkan menjadi motor penggerak pelestarian seni budaya Banten di Sumatera Selatan.
“Saya mewakili Ketua Umum DPP hadir untuk deklarasi dan pengukuhan DPW I Sumsel. Harapannya, TTKKBI di Palembang dan Sumsel bisa berjalan lebih baik, lebih sukses, serta konsisten melestarikan seni budaya Banten. Ke depan, kami berharap dapat bermitra dengan pemerintah,” ujarnya.

Ketua DPW I TTKKBI Sumsel Asep Rozak, S.Ag menekankan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak hanya berfokus pada seni dan budaya semata, melainkan juga menjadi wadah silaturahmi dan pengabdian sosial.
“TTKKBI bukan hanya tentang seni budaya, tetapi juga wadah silaturahmi. Kita akan bersinergi dengan pemerintah, aparat, dan berbagai elemen masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan dan sosial,” kata Asep.
Ia juga menegaskan keterbukaan TTKKBI untuk berkolaborasi dengan berbagai perguruan silat lain di Sumatera Selatan. Menurutnya, pelestarian budaya harus dilakukan secara bersama-sama tanpa sekat kepentingan politik.
“Kita ingin seni budaya ini membumi, dikenal luas, bahkan sampai ke tingkat nasional dan internasional. TTKKBI terbuka untuk bersinergi dengan siapa pun demi persatuan dan kecintaan pada budaya bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Sekjen DPW I TTKKBI Sumsel Ibnu Hajar, S.Sos.I, MT mengungkapkan bahwa kepengurusan TTKKBI di Sumatera Selatan hampir terbentuk di seluruh 17 kabupaten dan kota.
“Insyaallah pada 14 Februari 2026 nanti kita akan menggelar deklarasi akbar yang melibatkan seluruh pedepokan pencak silat di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada budaya, TTKKBI Sumsel juga menyiapkan program sosial jangka panjang, di antaranya bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu hingga jenjang Strata 1 (S1), bakti sosial, serta santunan anak yatim dan kaum dhuafa.
“Kami ingin TTKKBI hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, tidak hanya oleh insan seni budaya,” tambah Ibnu Hajar.

Acara pelantikan semakin semarak dengan penampilan atraksi debus khas Banten yang memukau para tamu undangan. Atraksi ini menampilkan kemampuan bela diri dan kekuatan spiritual yang diwariskan para leluhur, sekaligus menjadi simbol kekayaan budaya Nusantara yang terus dijaga TTKKBI.
“Menutup rangkaian acara, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus DPW I dan DPW II TTKKBI Sumsel atas kerja keras menyukseskan kegiatan. Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada Erwin Sudirman yang dinilai konsisten memberikan dukungan dan kontribusi pendanaan demi kelancaran acara pelantikan dan pengukuhan tersebut.” tutupnya.







