Resmi Dibuka, Mobile Intellectual Property Clinic Sumsel Dorong Industri Kreatif Melalui Perlindungan Kekayaan Intelektual

Palembang – INSERT88.COM

Dengan penuh semarak, Mobile Intellectual Property Clinic (MIC) Sumatera Selatan resmi dibuka hari ini di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (19/6/2024).

Peresmian dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Politik dan Keamanan Kementerian Hukum dan HAM, Ibnu Chuldun, bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Ir. S. A. Supriono.

Acara ini menandai langkah penting dalam upaya meningkatkan kesadaran dan perlindungan kekayaan intelektual di kalangan masyarakat Sumatera Selatan.

Dengan tema yang unik “Iloknye Batik Kujur Dusun Tanjung Sambil Ngikhub Kopi Semendo Muara Enim”, acara pembukaan ini tidak hanya memberikan informasi tetapi juga mempersembahkan pameran busana Batik Kujur dan Kopi Robusta Semende.

Pengunjung disuguhi pesona busana tradisional dan aroma kopi lokal yang khas, menjadikan acara ini sebagai perayaan budaya dan inovasi lokal.

Dalam pidatonya, Ir. S. A. Supriono menekankan bahwa di era digital ini, kekayaan intelektual memainkan peranan yang semakin krusial.

“Kemajuan teknologi telah mendorong pertumbuhan industri kreatif. Ide kreatif yang melimpah merupakan sumber daya tanpa batas dengan nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pelaku ekonomi kreatif untuk lebih sadar akan pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai hak untuk menikmati hasil dari kreativitas intelektual secara ekonomis.

Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri telah meraih penghargaan sebagai Provinsi Terinovatif tingkat Nasional selama empat tahun berturut-turut sejak 2020 hingga 2023.

Penghargaan ini diraih dalam ajang Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. “Ini membuktikan bahwa inovasi masyarakat Sumatera Selatan telah diakui dan diapresiasi secara nasional,” tambah Supriono.

Ia optimistis pada tahun 2024, Sumatera Selatan bisa kembali mempertahankan gelar bergengsi tersebut.

Ibnu Chuldun juga menyoroti pentingnya kekayaan intelektual dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang telah menjadikan pengelolaan kekayaan intelektual sebagai poros pembangunan nasional mereka,” katanya.

Menurutnya, di era revolusi industri 4.0 dan revolusi masyarakat 5.0, kekayaan intelektual memegang posisi yang sangat strategis sebagai motor penggerak ekonomi.

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penyerahan Sertifikat Merek, Hak Cipta, dan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) oleh Ditjen DJKI kepada para pendaftar hak kekayaan intelektual.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan hukum terhadap karya dan inovasi masyarakat.

Dengan adanya Mobile Intellectual Property Clinic ini, diharapkan para pelaku industri kreatif di Sumatera Selatan dapat semakin terdorong untuk terus berinovasi dan melindungi hasil karyanya.

Pemerintah berharap kegiatan ini dapat menjadi katalisator bagi pemulihan ekonomi dan pengembangan nasional melalui kekayaan intelektual, memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai provinsi yang kaya akan potensi alam, seni budaya, dan kuliner.

Acara ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi para peserta, tetapi juga menegaskan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual dalam menciptakan iklim ekonomi yang inovatif dan berdaya saing tinggi.

Sumatera Selatan kini semakin siap untuk melangkah ke depan dengan memanfaatkan kekayaan intelektual sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi kreatif.

Pos terkait