Panja Listrik Komisi XII DPR RI Tinjau PLTS Jakabaring, SEG Desak Penyesuaian Harga Listrik EBT

Insert88.com, Palembang – Panitia Kerja (Panja) Listrik Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Perusahaan Listrik Tenaga Surya (PLTS) Jakabaring, Palembang, Kamis (11/9/2025). Turut hadir Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Selatan dalam agenda tersebut.

Kunjungan ini disambut langsung oleh manajemen PT Sumsel Energi Gemilang (SEG) selaku pengelola PLTS Jakabaring. Direktur Pengembangan Usaha SEG, Fili Muttaqien, menegaskan pihaknya menyambut positif perhatian Komisi XII DPR RI terhadap pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, khususnya tenaga surya.

“Kehadiran Komisi XII ini sangat menggembirakan bagi kami karena mereka turut memberi perhatian pada energi baru terbarukan. Harapan kami, Komisi XII bisa memfasilitasi SEG bersama PLN terkait masalah penyesuaian harga,” ujar Fili saat diwawancarai.

Fili mengungkapkan, hingga saat ini harga jual listrik dari PLTS Jakabaring ke PLN masih berada di angka Rp889 per kWh. Padahal, sesuai aturan yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) tahun 2022 tentang harga energi terbarukan, khususnya tenaga surya, seharusnya berada di kisaran Rp1.600–Rp1.700 per kWh.

“Kerja sama harga ini masih mengikuti perjanjian sejak 2018. Padahal sudah ada regulasi baru. Jadi kami berharap ada ruang untuk penyesuaian agar keberlanjutan PLTS tetap terjaga,” jelasnya.

Saat ini, PLTS Jakabaring mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas 1,6 megawatt per jam. Dengan kapasitas tersebut, Fili menegaskan operasional dan pemeliharaan tetap berjalan baik, meski dengan harga jual yang rendah pihaknya menghadapi tantangan untuk menjaga keberlanjutan.

“Kita butuh biaya pemeliharaan (maintenance) dan operasional ke depan. Kalau harga terlalu rendah, tentu menyulitkan,” katanya.

Meski menyoroti persoalan harga, Fili memastikan pengelolaan PLTS Jakabaring sejauh ini tidak menemui kendala berarti, termasuk dari sisi permodalan.

“Tidak ada kendala sama sekali untuk pengelolaan. Hanya masalah harga saja yang kami harapkan bisa segera disesuaikan,” tutupnya.

Pos terkait